jatim.jpnn.com, JOMBANG - Ketua Umum Jaringan Kiai Santri Nasional (JKSN) KH Asep Saifuddin Chalim meminta proses penentuan anggota Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) saat Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) dilakukan secara terbuka.
Kiai Asep menyoroti mekanisme pengumpulan suara muktamirin untuk menentukan anggota AHWA, yakni dengan memasukkan kertas ke dalam sebuah kotak.
Ketua Umum Pergunu dan Pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah itu menyarankan agar muktamirin memberikan suaranya langsung di tempat pemungutan suara.
"Suara-suara untuk AHWA itu ditulis di tempat dengan terlebih dahulu diarahkan untuk bebas menuliskan. Jangan ada pengaruh," kata Kiai Asep di Jombang, Sabtu (29/8).
Kiai Asep juga mengusulkan proses perhitungan suara dilakukan secara terbuka di lokasi yang sama dengan tempat pengumpulannya. Hal itu memberikan rasa percaya pada muktamirin.
“Setelah suara itu dimasukkan ke dalam kotak di tempat itu pula dibuka bersama, dibacakan bersama,” ujarnya.
Dia menilai penentuan anggota AHWA termasuk penting dalam Muktamar NU. Oleh karena itu semua pihak harus memastikan proses itu mencerminkan aspirasi muktamirin
Di sisi lain, Kiai Asep menyampaikan keberatan karena sejumlah ulama senior berpotensi tidak masuk jajaran AHWA. Padahal ada tokoh seperti KH Ma'ruf Amin dan KH Mustofa Bisri.



















































