bali.jpnn.com, DENPASAR - Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus resmi memperketat pengawasan distribusi LPG subsidi 3 kg.
Langkah ini diambil untuk mengantisipasi adanya migrasi konsumsi dari pengguna LPG nonsubsidi serta praktik penyimpangan lainnya.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus Ahad Rahedi menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama.
"Kami bersinergi dengan pemerintah daerah dan aparat penegak hukum untuk memastikan distribusi ini benar-benar sampai ke tangan yang berhak," ujar Ahad Rahedi, Senin (20/4).
Sesuai aturan, LPG 3 Kg hanya diperuntukkan bagi masyarakat miskin, usaha mikro, serta petani dan nelayan sasaran.
Pertamina pun mengimbau masyarakat untuk turut aktif melapor melalui Call Center 135 jika menemukan indikasi kecurangan atau praktik pengoplosan di lapangan.
“Stok LPG 3kg dalam posisi terjaga dan tersedia,” kata Ahad Rahedi dilansir dari Antara.
Setelah tiga tahun bertahan di harga stabil, masyarakat pengguna LPG nonsubsidi di Bali harus merogoh kocek lebih dalam.
















































