jpnn.com, JAKARTA - PT Rekayasa Industri (Rekind) memposisikan diri di barisan terdepan dalam upaya dekarbonisasi, khususnya pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) berbasis batu bara.
Anak Perusahaan PT Pupuk Indonesia (Persero) itu sudah menyiapkan langkah konkret yang akan diwujudkan melalui pengembangan solusi Carbon Capture & Storage (CCS).
Salah satu terobosan yang diusung melalui teknologi Rotating Packed Beds (RPB).
Teknologi itu dirancang untuk menangkap karbon dari gas buang secara lebih efisien dengan biaya yang lebih kompetitif dibandingkan solusi sejenis.
Kehadiran RPB menjadi angin segar bagi percepatan dekarbonisasi, khususnya di sektor energi dan industri berat yang selama ini sulit dilepaskan dari emisi tinggi.
Lebih dari itu, teknologi ini membuka peluang nyata bagi Indonesia untuk mengadopsi solusi rendah emisi yang lebih efektif dan aplikatif.
Dengan pengalaman lebih dari empat dekade di sektor EPC (Engineering, Procurement & Construction), Rekind menegaskan kesiapan teknis dan kapabilitas proyeknya untuk mendukung implementasi CCS di PLTU.
Direktur Utama Rekind Triyani Utaminingsih mengungkapkan upaya menekan emisi dari batu bara kini tidak lagi berhenti pada wacana, tetapi mulai bergerak ke arah implementasi nyata, satu di antaranya melalui peran aktif Rekind.



















































