jatim.jpnn.com, LUMAJANG - Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) menutup seluruh kegiatan pendakian Gunung Semeru, termasuk jalur menuju Ranu Kumbolo, menyusul erupsi besar yang memicu Awan Panas Guguran (APG), Rabu (19/11).
Kepala BB TNBTS Rudijanta Tjahja Nugraha mengatakan keputusan penutupan pendakian didasarkan pada rekomendasi bahaya dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), yakni radius 8 kilometer dari puncak dan sektoral hingga 20 kilometer ke arah selatan–tenggara.
“Kegiatan pendakian Gunung Semeru (Ranu Kumbolo) dinyatakan ditutup sejak pengumuman ini dikeluarkan sampai dinyatakan aman untuk kegiatan pendakian,” ucap Rudijanta.
Dia menambahkan pendaki yang telah membeli tiket secara online diperbolehkan melakukan penjadwalan ulang.
“Mekanisme reschedule akan disampaikan pada kesempatan berikutnya,” ujarnya.
Badan Geologi meningkatkan status aktivitas Gunung Semeru menjadi Level IV (Awas) pada pukul 17.25 WIB.
Kenaikan status ini terjadi hanya berselang satu jam setelah status gunung tertinggi di Pulau Jawa itu dinaikkan dari Level II (Waspada) ke Level III (Siaga) pada pukul 16.00 WIB.
“Tingkat aktivitas Gunung Semeru kita naikkan menjadi Level IV (Awas),” tulis Badan Geologi dalam pernyataannya.



















































