jatim.jpnn.com, SURABAYA - Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman menyebut Indonesia mulai memperkuat kemandirian energi melalui kebijakan biodiesel B50 yang ditargetkan berjalan mulai 1 Juli 2026. Kebijakan ini sekaligus menghentikan impor solar sekitar 5 juta ton per tahun.
Menurut Amran, langkah tersebut merupakan arahan Presiden untuk memperkuat ketahanan energi nasional secara terpadu dengan sektor pangan dan pertanian.
“Alhamdulillah atas arahan Bapak Presiden, pangan aman. Energi tahun ini 1 Juli kami masuk B50, dan stop impor solar sekitar 5 juta ton,” ujarnya seusai meninjau stok di Kompleks Pergudangan Banjarkemantren, Perum Bulog Cabang Surabaya, Minggu (19/4).
Selain sektor energi, pemerintah juga memastikan ketersediaan pupuk nasional. Amran menyebut harga pupuk turun sekitar 20 persen dan stok telah disiapkan sejak awal tahun.
“Ini tidak pernah terjadi sejak republik ini berdiri. Volume juga kami tambah dan sudah disiapkan sejak Januari,” jelasnya.
Dia menegaskan seluruh kebijakan ini merupakan hasil kolaborasi lintas kementerian, termasuk Kementerian ESDM dalam penguatan ketahanan energi nasional.
"Kalau energi, kami bersama Menteri ESDM sebagai ketua harian Dewan Energi Nasional. Jadi semua pihak berkolaborasi,” katanya.
Terkait kebutuhan bahan bakar bagi petani, khususnya untuk mendukung irigasi di musim kemarau, Amran memastikan pemerintah juga telah menyiapkan alokasi khusus.



.jpeg)















































