jatim.jpnn.com, SURABAYA - Di balik seragam cokelat yang gagah, tersimpan kisah getir tentang kemiskinan, utang, dan perjuangan hidup dari nol. Dialah Aipda Purnomo, sosok yang dikenal publik sebagai ‘Polisi Belajar Baik’.
Lulusan Magister Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Dr Soetomo (Unitomo) itu kini menjadi sorotan bukan karena pangkatnya, melainkan aksi kemanusiaannya.
Dia merawat ratusan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) dan warga telantar melalui yayasan yang didirikannya.
Momen wisudanya di Dyandra Convention Center, Minggu (26/4), menjadi tonggak penting dalam perjalanan hidupnya. Namun, di balik toga yang dikenakan, tersimpan masa lalu yang jauh dari kata mudah.
Purnomo mengenang masa kecilnya dengan mata berkaca-kaca. Saat teman sebaya bermain, dia justru harus membantu ibunya berjualan kopi.
“Jujur, saya dulu utangnya banyak. Sebelum berangkat sekolah harus bantu ibu jualan. Pulang sekolah cuci piring, sedangkan teman-teman mengejek karena saya tidak pernah main,” ungkap Purnomo.
Kesedihan terbesar baginya bukan rasa lelah, melainkan melihat orang tuanya terlilit utang demi bertahan hidup.
Dari situlah tekadnya tumbuh: apabila suatu saat hidupnya berubah, dia ingin membantu orang lain agar tidak merasakan penderitaan yang sama.

















































