jpnn.com, JAKARTA - Melalui kolaborasi dengan Jasana Prima, yang merupakan bagian dari RMA Indonesia Group, Mahindra Powerol memperkenalkan produk generator terbarunya dalam ajang Electricity & Power Indonesia 2026 di Jakarta.
Mengusung tagline “Powering The Growth Journey Of The Nation”, kehadiran kedua produk ini menjadi bagian dari komitmen Mahindra Powerol bersama Jasana Prima dalam menghadirkan solusi pembangkit listrik yang andal, efisien, dan mampu mendukung kebutuhan industri serta pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Peluncuran ini sekaligus menjadi momentum bagi Mahindra Powerol dan Jasana Prima untuk memperkuat kehadirannya di pasar Indonesia.
Dengan portfolio Diesel & Gas Powered Gensets dengan kapasitas mulai dari 5 kVA hingga 1.250 kVA, Powerol menawarkan berbagai pilihan solusi power generation yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan, mulai dari sektor industri, komersial, konstruksi, hospitality, hingga berbagai kebutuhan operasional lainnya.
Country Manager RMA Indonesia Toto Suharto mengatakan peluncuran ini sekaligus menjadi momentum bagi Mahindra Powerol dan Jasana Prima untuk memperkuat kehadirannya di pasar Indonesia.
Dia menambahkan dengan portfolio Diesel & Gas Powered Gensets dengan kapasitas mulai dari 5 kVA hingga 1.250 kVA, Powerol menawarkan berbagai pilihan solusi power generation yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan, mulai dari sektor industri, komersial, konstruksi, hospitality, hingga berbagai kebutuhan operasional lainnya.
"Dengan portfolio Diesel & Gas Powered Gensets dengan kapasitas mulai dari 5 kVA hingga 1.250 kVA, Powerol menawarkan berbagai pilihan solusi power generation yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan, mulai dari sektor industri, komersial, konstruksi, hospitality, hingga berbagai kebutuhan operasional lainnya," katanya di Jakarta, Rabu (2/9).
Generator dengan berbagai kapasitas ini dapat menjadi solusi untuk kebutuhan daya yang lebih compact dengan tetap mengutamakan keandalan dan performa dan menawarkan kapasitas yang lebih besar untuk mendukung kebutuhan operasional dengan beban daya yang lebih tinggi.


















































