jpnn.com, MEDAN - Jasa Raharja mendorong penguatan kolaborasi tim pembina Samsat Nasional untuk meningkatkan kepatuhan masyarakat, memperbaiki validitas data kendaraan, serta mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Sumatera Utara.
Dorongan tersebut disampaikan Direktur Utama Jasa Raharja Muhammad Awaluddin, dalam Rapat Koordinasi Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah dan Penyaluran Dana Bagi Hasil Pajak Provinsi se-Sumatera Utara di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumatera Utara, Medan.
Rapat tersebut dipimpin Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution dan dihadiri sejumlah pejabat terkait, di antaranya Direktur Jenderal Perhubungan Darat sekaligus Komisaris Utama PT Jasa Raharja Aan Suhanan, Dirjen Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri Agus Fatoni, Direktur Operasional Jasa Raharja Ariyandi, serta jajaran pemerintah provinsi dan kabupaten/kota se-Sumatera Utara.
Awaluddin mengatakan optimalisasi penerimaan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) membutuhkan kerja bersama seluruh pemangku kepentingan.
Kolaborasi tersebut, kata dia, perlu diarahkan pada pembenahan data, perluasan akses pelayanan, dan peningkatan pemahaman masyarakat mengenai kewajiban membayar pajak.
“Tentunya, membangun pelayanan yang mudah, transparan, dan dipercaya masyarakat adalah salah satu upaya kita bersama untuk mengoptimalkan pendapatan,” ujar Awaluddin.
Dia menyebut Jasa Raharja siap memperkuat sinergi bersama Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) dan Polri melalui validasi data kendaraan, pengembangan kanal pelayanan, serta edukasi untuk mendorong kepatuhan masyarakat.
Menurutnya, kepatuhan membayar PKB memiliki arti penting bagi pembangunan daerah. Sementara pembayaran Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ) berperan dalam mendukung keberlanjutan perlindungan dasar bagi korban kecelakaan lalu lintas.






















































