jatim.jpnn.com, SURABAYA - Massa aksi demonstrasi di Gedung Negara Grahadi akhirnya bubar setelah Jalan Gubernur dibuka kembali untuk pengendara sekitar pukul 17.00 WIB.
Sebelum semuanya membubarkan diri, massa aksi yang berasal dari mahasiswa Universitas Airlangga (Unair) lebih dulu meninggal barisan sekitar pukul 16.30 WIB.
Namun, sebagian massa aksi lainnya memilih untuk bertahan. Meski sudah tidak melakukan orasi.
Mereka bertahan hingga 30 menit lamanya. Melihat kondisi tersebut aparat kepolisian pun membuka ruas Jalan Gubernur Suryo yang sempat ditutup saat aksi berlangsung.
Sekitar pukul 17.00 WIB, pengedara bisa melewati Jalan Gubernur Suryo. Massa aksi yang sebelumnya bertahan memilih untuk membubarkan diri dan berjalan kondusif.
Sebelumnya, Presiden BEM Unair Rizqi senja mengungkapkan salah satu tuntutan yang disuarakan adalah meminta program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih dihentikan.
"Kami juga menuntut untuk dicabutnya Undang-Undang Polri dan juga Undang-Undang TNI.Selain itu, kami juga menolak adanya praktik militerisme di ranah sipil," kata Rizqi.
Dia mengatakan bawa dalam aksi ini, massa aksi tidak ingin ditemui oleh pejabat. Sebab, menurutnya sia-sia.


















































