jpnn.com, JAKARTA - Perjanjian Perdagangan Resiprokal (Agreement on Reciprocal Trade/ART) Indonesia-Amerika Serikat yang baru saja ditandatangani kini menjadi sorotan.
Pasalnya, seusai penandatanganan ART 19 persen, Presiden Donald Trump kembali mengumumkan penurunan tarif impor global bagi seluruh negara menjadi 15 persen.
Juru Bicara Kemenko Bidang Perekonomian Haryo Limanseto menyatakan pemerintah terus memantau dinamika yang berkembang di Washington.
Haryo menekankan akan ada pembicaraan lanjutan antara kedua negara untuk merespons keputusan terbaru Trump tersebut.
Dia menegaskan posisi Indonesia ke depan akan tetap mengedepankan kepentingan nasional.
Menurut dia, kelanjutan ART tetap bergantung pada keputusan kedua belah pihak.
“Artinya, terhadap perjanjian ini pihak Indonesia juga masih perlu proses ratifikasi dan perjanjian ini belum langsung berlaku, serta pihak Amerika Serikat juga perlu proses yang sama di negaranya dengan perkembangan terbaru ini," kata Haryo, dalam keterangan tertulis dikutip, Minggu (22/2).
Dia memaparkan sebelumnya untuk mendapatkan tarif 19 persen tersebut, Indonesia diketahui memberikan sederet komitmen besar kepada pihak Amerika Serikat.




















































