jatim.jpnn.com, SURABAYA - Suasana aksi demonstrasi di depan Gedung Negara Grahadi mendadak menjadi panas. Pasalnya, massa aksi tiba-tiba membakar sampah botol plastik di tengah orasi.
Aksi bakar sampah itu dilakukan sekitar pukul 16.05. Sebagian massa aksi memilih menjauh, ada pula yang mendekat sembari memberikan sebuah gambar Presiden RI Prabowo Subianto untuk ikut dibakar.
Massa aksi juga melakukan aksi tabur bunga di atas foto Prabowo yang dibakar. Mereka pun menyanyikan lagu Indonesia Pusaka.
Presiden BEM UNAIR Rizqi senja mengungkapkan salah satu tuntutan yang disuarakan adalah meminta program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih dihentikan.
"Kami juga menuntut untuk dicabutnya Undang-Undang Polri dan juga Undang-Undang TNI.Selain itu, kami juga menolak adanya praktik militerisme di ranah sipil," kata Rizqi.
Dia mengatakan bawa dalam aksi ini, massa aksi tidak ingin ditemui oleh pejabat. Sebab, menurutnya sia-sia.
"Kami tidak minta ditemui oleh pejabat siapapun. Karena kami merasa, walaupun pejabat menemui, dia tidak pernah memberikan dampak apapun bagi kami setelah kami berjilid-jilid demonstrasi. Selama beberapa tahun terakhir," katanya.
"Jadi, nanti goals-nya adalah kami mengedukasi dan juga memberikan kesadaran kepada masyarakat luas, bahwasanya negara hari ini sedang tidak baik-baik saja," jelasnya.


















































