jpnn.com - JAKARTA - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah meraih penghargaan E-Learning Aparatur Sipil Negara Berintegritas dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Piagam penghargaan tersebut diserahkan oleh Ketua KPK RI Setyo Budiyanto kepada Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dalam launching nasional Program E-Learning ASN Berintegritas di Kantor Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI, Jakarta, pada Rabu (17/6).
Sebagai informasi, dari target 2.500 ASN yang diikutkan dalam program tersebut, Jawa Tengah telah menuntaskan sekitar 7.245 ASN atau sekitar 289,8% dari target KPK.
"Jadi e-learning edukasi ini soal bagaimana mempunyai integritas, terutama dalam hal pemberantasan korupsi di tingkat ASN," kata Luthfi.
Ia menjelaskan, jumlah ASN di Jawa Tengah sekitar 47 ribu. Mereka dituntut memiliki integritas yang baik supaya mampu menciptikan pemerintahan yang baik dan bersih (clear dan good governance).
Karena itu, KPK membuat program e-learning untuk memberikan pemahaman dan pencegahan agar ASN tidak berperilaku menyimpang, melanggar hukum, atau menyalahgunakan wewenang.
"Integritas itu muruahnya suatu dinas atau institusi. Pencegahan yang dilakukan KPK ini bagus sekali. Nanti BPSDMD akan selalu menggelorakan terkait dengan e-learning ini, sehingga secara tidak langsung mendidik ASN tidak melanggar hukum," ujarnya.
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Jawa Tengah, Uswatun Hasanah menambahkan, KPK memberikan target 2.500 ASN pada piloting Program E-Learning ASN Berintegritas, namun berjalannya waktu Provinsi Jawa Tengah mampu melebihi target dengan capaian 7.245 ASN.





















































