jpnn.com, JAKARTA - Di tengah dunia kerja yang makin cepat, terukur, dan penuh tekanan target, produktivitas kerap dipahami sebatas angka.
Makin tinggi capaian,makin baik kinerja seseorang atau organisasi.
Namun, di balik logika tersebut, muncul persoalan yang makin sulit diabaikan yaitu kelelahan kerja, hilangnya makna, dan menurunnya kesejahteraan psikologis pekerja.
Kondisi inilah yang menjadi latar lahirnya PeopleMath, buku karya Agus Dwi Handaya yang menawarkan cara baru membaca manusia dalam konteks produktivitas.
Melalui buku ini, Agus mengajak organisasi dan individu melihat kembali akar produktivitas yang sering terlupakan, yakni manusia itu sendiri.
“Bila kita salah membaca manusia, kita hampir pasti salah mengelola produktivitas. Produktivitas sejati tidak hanya dibangun dari target, sistem, atau kemampuan teknis, tetapi dari manusia yang terus berkembang melalui pengetahuan, keterampilan, karakter, motivasi, keyakinan, lingkungan, dan kepemimpinan yang tepat,” ujar Agus, Rabu (8/7).
Dia menyebutkan PeopleMath telah lebih dahulu diterbitkan dan beredar di pasaran sebelum secara resmi diperkenalkan kepada publik melalui launching ceremony pada 3 Juli 2026 di Jakarta.
Dalam waktu sekitar dua hingga tiga minggu sejak mulai diterbitkan, 3.500 eksemplar cetakan pertama telah habis terjual.





















































