jpnn.com - JAKARTA - Wakil Ketua MPR Eddy Soeparno menganggap problem energi Indonesia memasuki zona aman seusai Presiden Prabowo Subianto menemui dan berdiplomasi dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Kremlin.
Menurut Eddy, diplomasi ala Prabowo telah berhasil menjajaki pembelian minyak mentah dan gas yang dibutuhkan dari Rusia.
Dia menilai bahwa hal itu merupakan kabar gembira.
"Dengan adanya suplai dan pasokan yang sudah bisa terjamin, saya kira Indonesia sudah boleh dikatakan memasuki zona aman. Mudah-mudahan akan berlangsung seterusnya," tutur Eddy di kompleks parlemen, Jakarta, Rabu (15/4).
Eddy mengatakan bahwa dinamika energi global yang terdisrupsi, menciptakan terjadinya situasi pasar penjual (sellers market). Dengan begitu, negara mana pun yang memiliki minyak maka berhak untuk menentukan harga, volume, dan menentukan kepada siapa pun menjualnya.
"Sehingga Indonesia tidak perlu khawatir bahwa suatu ketika misalnya kendaraan enggak bisa berjalan ya, kapal laut tidak bisa berlayar, ya kereta api tidak bisa berjalan," katanya.
Sampai saat ini, menurut dia, pemerintah telah berkomitmen untuk memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) dan keterjangkauan harganya.
Menurutnya hal itu terbukti dengan keputusan pemerintah untuk tidak menaikkan harga BBM bersubsidi.




















































