jabar.jpnn.com, KOTA BANDUNG - Usulan perubahan nama Provinsi Jawa Barat menjadi Provinsi Sunda atau Tatar Sunda, sampai hari ini masih dalam pembahasan.
Wacana ini pertama kali diajukan oleh para budayawan dan akademisi untuk memperkuat identitas budaya. DPRD Jawa Barat telah menerima aspirasi ini dan sedang mengkaji naskah akademik yang ada.
Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan enggan mengomentari lebih dalam soal rencana perubahan nama Provinsi Jawa Barat ini. Menurutnya, yang bisa berkomentar lebih banyak adalah Gubernur Dedi Mulyadi.
"Saya serahkan sepenuhnya kepada pak gubernur, karena memang pak gubernur yan punya kebijakan," kata Erwan di Bandung, Rabu (8/7/2026).
Erwan mengaku pemerintah mengikuti proses yang sedang dilalui DPRD Jabar dalam perubahan nama provinsi menjadi Tatar Sunda ini.
Pemerintah memilih untuk tidak menanggapi terlalu serius karena jalan panjang masih harus dilalui.
"Ya kami berproses saja. Silakan nanti masyarakat menilai sendiri bagaimana tanggapan-tanggapannya, juga nanti ini kan masih proses. Jadi kami tidak perlu menanggapi terlalu berlebihan," tuturnya.
"Nanti kami ikuti saja. Itu kan sepenuhnya ada pada pak gubernur. Saya tidak bisa memberikan tanggapan-tanggapan yang melebihi kapasitas saya sebagai wakil," tegasnya.


















































