jateng.jpnn.com, SOLO - Banjir yang melanda wilayah Solo Raya memaksa aparat bergerak cepat. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah memastikan evakuasi warga menjadi prioritas utama dalam penanganan darurat.
Kepala Pelaksana Harian BPBD Jateng Bergas Catursasi Penanggungan menegaskan pihaknya langsung melakukan koordinasi lintas sektor begitu banjir terjadi.
“Evakuasi menjadi prioritas. Kami terus bergerak menyelamatkan warga di lokasi terdampak,” ujarnya, Rabu (15/4).
Tim gabungan yang terdiri dari BPBD kabupaten/kota, sukarelawan, PMI, TNI, hingga Polri telah diterjunkan ke berbagai titik banjir. Proses evakuasi masih terus berlangsung, seiring meningkatnya permintaan bantuan dari warga.
Sejumlah lokasi pengungsian pun disiapkan di fasilitas umum, mulai dari masjid, balai warga, hingga gedung sosial.
Di Surakarta, jumlah pengungsi tercatat mencapai 109 jiwa. Sementara di Kabupaten Sukoharjo, warga terdampak membengkak hingga sekitar 1.900 jiwa.
“Permintaan evakuasi masih terus berjalan. Meski hujan mulai reda, air masih bergerak ke wilayah yang lebih rendah,” jelasnya.
Untuk memenuhi kebutuhan dasar para pengungsi, BPBD Jateng menggandeng Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan. Bantuan yang disalurkan meliputi makanan siap saji, air bersih, hingga layanan kesehatan, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia dan anak-anak.

















.jpeg)































