Riset Hibah Kemdiktisaintek: Ungkap Strategi Komunikasi Politik Tangani Pekerja Migran yang Terjebak Online Scammer

9 hours ago 10

 Ungkap Strategi Komunikasi Politik Tangani Pekerja Migran yang Terjebak Online Scammer

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Peneliti sekaligus penerima Hibah Penelitian Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Tahun 2026, yaitu Dr Nani Nurani Muksin, dosen Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) dan mahasiswa Magister Ilmu Komunikasi UMJ Muhamad Hapipi saat Focus Group Discussion (FGD) di Balai Pelayanan Penempatan dan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sumatera Utara. Foto: Source for JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Maraknya kasus pekerja migran Indonesia (PMI) yang menjadi korban praktik online scammer di Kamboja mendorong lahirnya penelitian mengenai strategi komunikasi politik pemerintah dalam upaya penanganannya.

Peneliti sekaligus penerima Hibah Penelitian Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Tahun 2026, yaitu Dr Nani Nurani Muksin, dosen Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) dan mahasiswa Magister Ilmu Komunikasi UMJ Muhamad Hapipi mengungkapkan penelitian ini sebagai bagian dari pengumpulan data di laksanakan di Balai Pelayanan Penempatan dan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sumatera Utara melalui Focus Group Discussion (FGD).

Selain FGD, juga dilakukan wawancara mendalam kepada para sumber informasi dari para pejabat Kementerian P2MI, IOM, ILO dan para Pekerja Migran Indonesia yang pernah bekerja di Kamboja.

Penelitian bertajuk Strategi Komunikasi Politik Pemerintah dalam Penanganan Online Scammer di Kamboja bagi Pekerja Migran Indonesia tersebut bertujuan mengidentifikasi bagaimana komunikator, pesan, media, komunikan, dan strategi dalam penanganan online scammer di Kamboja bagi pekerja migran.

“Fenomena online scammer di Kamboja bukan hanya persoalan kejahatan siber, tetapi juga persoalan komunikasi publik. Karena itu diperlukan strategi komunikasi politik yang mampu menjangkau masyarakat sejak sebelum mereka memutuskan bekerja ke luar negeri,” ujar Dr. Nani saat FGD di BP3MI Sumatera Utara, Kamis 2 Juli 2026.

Menurutnya, komunikasi pemerintah harus mampu menghadirkan informasi yang mudah dipahami masyarakat, terutama kelompok usia produktif yang menjadi sasaran perekrut non prosedural melalui media sosial dan platform digital.

Dia menilai penyebaran informasi mengenai migrasi aman tidak cukup hanya dilakukan secara formal, tetapi juga harus memanfaatkan berbagai kanal komunikasi digital yang dekat dengan masyarakat.

Kepala BP3MI Sumatera Utara Kombes Pol. Budi Novijanto, menyambut baik penelitian tersebut.

Maraknya kasus PMI yang menjadi korban praktik online scammer di Kamboja mendorong lahirnya penelitian mengenai strategi komunikasi politik pemerintah.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |