kaltim.jpnn.com, SAMARINDA - Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kaltim Rozani Erawadi menyoroti masalah mentalitas dan kondisi kesehatan masih menjadi penghambat bagi tenaga kerja muda lokal untuk menembus pasar industri.
"Aspek soft skill dan etos kerja menjadi titik lemah yang membuat tenaga kerja muda kita seringkali sulit beradaptasi dengan target tinggi di dunia usaha," ungkap Rozani di Samarinda, Minggu (1/2).
Rozani menjelaskan fenomena pekerja muda yang mudah mengundurkan diri saat merasa tidak nyaman masih kerap terjadi meski peluang kenaikan jabatan terbuka lebar.
Rozani mengungkapkan dari perbincangan dengan para manajer sumber daya manusia (HRD) perusahaan Kaltim, dia menemukan faktor kesehatan juga menjadi rapor merah.
Sebab, tak sedikit pelamar gagal dalam seleksi akibat menderita penyakit degeneratif di usia dini serta indikasi penyakit menular seperti TBC.
"Padahal, pemerintah telah berupaya masif meningkatkan kualitas SDM melalui pelatihan vokasi di Balai Latihan Kerja Industri (BLKI) Balikpapan dan Bontang," ungkap Rozanu.
Hingga periode 2024-2025, total peserta pelatihan berbasis kompetensi di berbagai wilayah Kaltim telah menjangkau sekitar 2.000 orang.
Terkait peluang kerja internasional, Rozani menyayangkan rendahnya minat warga Kaltim untuk menjadi pekerja migran ke Jepang, Korea, maupun Eropa.



















































