jateng.jpnn.com, SEMARANG - Tanah bergerak membuat 15 rumah terdampak di Kampung Sekip, Kelurahan Jangli, RT 007, RW 001, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng).
Dua rumah di antaranya terpaksa dibongkar untuk menghindari kerusakan yang lebih parah.
Peristiwa ini memaksa sebagian warga melakukan evakuasi mandiri, termasuk Eko Mei Widiawati (39).
Dia tampak hilir mudik memantau proses pembongkaran rumahnya yang dilakukan bersama suaminya, Slamet Priyadi (46) dan sejumlah warga lain.
Pembongkaran tersebut bukan untuk renovasi, melainkan langkah penyelamatan karena struktur bangunan mulai terdampak pergeseran tanah.
“Pergerakan sudah sejak seminggu yang lalu. Kalau hujan deras, rumah terasa seperti bergeser. Paling sering terjadi malam hari,” ujar Widiawati, Rabu (11/2).
Menurutnya, keputusan membongkar rumah dilakukan agar kerusakan tidak makin meluas. Meski demikian, dia mengaku belum memiliki kepastian tempat tinggal sementara.
“Belum tahu akan tinggal di mana. Yang penting rumah diamankan dulu,” katanya.

















































