jabar.jpnn.com, CIANJUR - Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Cianjur tengah melakukan proses seleksi untuk mengisi kekosongan jabatan kepala sekolah (kepsek) di berbagai jenjang pendidikan.
Kekosongan jabatan tersebut mencapai 250 posisi, mulai dari taman kanak-kanak (TK), sekolah dasar (SD), hingga sekolah menengah pertama (SMP).
Kepala Disdikpora Kabupaten Cianjur, Ruhli Solehudin menjelaskan bahwa ratusan posisi kepala sekolah saat ini diisi oleh pelaksana tugas (Plt).
Kekosongan tersebut terjadi karena sebagian besar pejabat memasuki masa pensiun dan sebagian lainnya terdampak aturan periodesasi jabatan.
"Sejak dua tahun lalu belum ada pengangkatan kepala sekolah baru, sehingga total jabatan kepala sekolah yang kosong mencapai 250 orang dengan rincian satu kepala sekolah TK, 200 kepala sekolah SD, dan sisanya kepala sekolah SMP," ujar Ruhli.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 210 kepala sekolah diketahui pensiun, sedangkan 40 lainnya berhenti karena aturan masa jabatan maksimal dua periode.
Aturan tersebut membatasi masa jabatan kepala sekolah selama 8 tahun dan hanya dapat diperpanjang apabila memiliki catatan kinerja sangat baik.
Ruhli mengatakan bahwa pihaknya berupaya mengisi kekosongan tersebut melalui seleksi agar jabatan kepala sekolah di Cianjur tidak terus dijabat oleh Plt.



















































