7 Aplikasi Pantau Banjir Jakarta Selain JAKI yang Wajib Punya: Siaga di Puncak Musim Hujan!

5 days ago 34
Selain JAKI, cek 7 aplikasi dan portal pantau banjir Jakarta terbaru 2026 untuk pantau tinggi muka air dan titik genangan secara real-time. (pantaubanjir.jakarta.go.id)

KabarJakarta.com – Januari 2026 membawa intensitas hujan yang cukup tinggi bagi wilayah Jabodetabek. Bagi warga Jakarta, tantangan bukan hanya soal kemacetan, tetapi juga potensi genangan air yang bisa muncul sewaktu-waktu di jalur keberangkatan kerja. Meskipun aplikasi JAKI (Jakarta Kini) telah menjadi andalan, memiliki sumber informasi alternatif sangatlah penting sebagai langkah preventif (mitigasi) agar perjalanan Anda tidak terjebak di tengah kepungan banjir.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui berbagai instansi telah menyediakan beragam kanal informasi digital yang bisa diakses secara cuma-cuma. Mengutip arahan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melalui laman resmi bpbd.jakarta.go.id, kesiapsiagaan warga dalam memantau tinggi muka air (TMA) dan peringatan dini cuaca dapat meminimalisir risiko kerugian materiil maupun keselamatan jiwa.

Berikut adalah 7 rekomendasi aplikasi dan portal pantau banjir Jakarta yang wajib terpasang di ponsel Anda:

1. Pantau Banjir (Portal Resmi Dinas SDA)

Ini adalah “senjata” utama yang dikelola langsung oleh Dinas Sumber Daya Air (DSDA) DKI Jakarta. Melalui situs pantaubanjir.jakarta.go.id, warga bisa melihat status seluruh pintu air di Jakarta secara real-time, mulai dari Pintu Air Manggarai hingga Katulampa. Portal ini juga menampilkan data pompa air yang sedang beroperasi, sehingga Anda tahu area mana yang sedang dalam proses penyedotan genangan.

2. Info BMKG

Seringkali banjir di Jakarta disebabkan oleh “kiriman” atau hujan lokal yang ekstrem. Aplikasi resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (bmkg.go.id) ini wajib dimiliki untuk memantau radar cuaca. Fitur Peringatan Dini Cuaca Jabodetabek akan memberikan notifikasi langsung jika ada awan konvektif kuat yang berpotensi menurunkan hujan lebat dalam 1-3 jam ke depan.

3. PetaBencana.id

Aplikasi berbasis komunitas ini sangat populer karena datanya berasal langsung dari laporan warga di lapangan. Sebagaimana dilansir dari laman petabencana.id, platform ini menggunakan teknologi crowdsourcing yang divalidasi secara otomatis. Jika Anda melihat genangan di jalan tikus atau gang perumahan yang belum terdeteksi kamera pemerintah, Anda bisa melapor di sini untuk membantu warga lainnya.

4. Google Maps (Layer Lalu Lintas & Banjir)

Google Maps kini semakin pintar dalam mendeteksi penutupan jalan akibat banjir. Dilansir dari panduan layanan publik digital di Jakarta Smart City, Google Maps sering kali memperbarui data penutupan jalan berdasarkan input dari pengguna secara real-time. Jika rute Anda tiba-tiba berubah menjadi warna merah pekat atau muncul simbol “jalan ditutup”, segera cari rute alternatif.

5. Website BPBD Provinsi DKI Jakarta

Portal bpbd.jakarta.go.id adalah rujukan utama untuk mengetahui status siaga (Siaga 1, 2, atau 3). Di sini, Anda bisa mendapatkan informasi mengenai titik-titik pengungsian jika kondisi memburuk. Selain itu, BPBD Jakarta sering membagikan infografis mengenai wilayah mana saja yang berpotensi terdampak luapan sungai melalui kanal media sosial resmi mereka yang terintegrasi di portal tersebut.

6. Waze

Mirip dengan Google Maps, Waze sangat efektif untuk warga Jakarta yang mengemudi mobil. Pengguna Waze di Jakarta sangat aktif melaporkan “Flood” atau “Weather Hazard”. Mengutip informasi dari kanal komunitas ojek online dan pengemudi Jakarta, Waze seringkali memberikan informasi genangan air lebih cepat di area-area pemukiman padat dibandingkan aplikasi navigasi lainnya.

7. Telegram Bot “Pantau Banjir”

Bagi Anda yang tidak ingin menambah beban memori ponsel dengan aplikasi baru, beberapa bot Telegram yang terhubung dengan data Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) DKI Jakarta bisa menjadi pilihan. Bot ini akan mengirimkan pesan otomatis jika ada kenaikan status di pintu air utama seperti Karet atau Jembatan Merah.

Tips Menghadapi Banjir bagi Komuter Jakarta

Selain memantau aplikasi, pastikan Anda juga menyimpan nomor darurat Jakarta Siaga 112. Berdasarkan standar operasional yang dipublikasikan oleh Pemprov DKI, layanan ini bebas pulsa dan beroperasi 24 jam untuk membantu evakuasi maupun bantuan medis darurat.

Memantau aplikasi sebelum berangkat adalah bentuk adaptasi warga urban Jakarta terhadap tantangan lingkungan. Dengan informasi yang tepat di tangan, Anda bisa memutuskan apakah harus berangkat lebih awal, mencari rute memutar melalui jalan layang (flyover), atau memilih bekerja dari rumah (WFC) demi keamanan.***

Read Entire Article
| | | |