Penunjukan Sari Yulianti sebagai Wakil Ketua DPR Bukti Dukungan Bahlil terhadap Perempuan

4 days ago 18
Wakil Ketua Umum DPP AMPI, Arief Rosyid Hasan, menilai penugasan Sari Yuliati sebagai Wakil Ketua DPR RI bermakna strategis. (Foto: Istimewa)

KabarJakarta.com – Wakil Ketua Umum DPP AMPI, Arief Rosyid Hasan, menilai penugasan Sari Yuliati sebagai Wakil Ketua DPR RI bermakna strategis.

Ia menyebut langkah tersebut mencerminkan komitmen Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, terhadap kepemimpinan perempuan.

Menurut Arief, keputusan itu menunjukkan sikap politik Bahlil yang konsisten dalam memperjuangkan kesetaraan gender nasional.

Penugasan tersebut juga dinilai selaras dengan Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 169/PUU-XXII/2024.

Putusan MK itu mewajibkan keterwakilan perempuan dalam Alat Kelengkapan Dewan DPR RI.

“Kami melihat ini sebagai langkah konkret, bukan sekadar wacana kesetaraan gender,” ujar Arief Rosyid Hasan, Selasa (27/1/2026).

Ia menegaskan, Bahlil Lahadalia menunjukkan kepemimpinan progresif dan taat konstitusi dalam praktik politik.

“Ketum Bahlil membuktikan keberpihakan nyata pada kepemimpinan perempuan di posisi strategis,” tegasnya.

Arief menyatakan, Golkar konsisten mendorong regenerasi melalui kepemimpinan perempuan dan generasi muda.

Kedua agenda tersebut disebut sebagai strategi pembaruan partai dan penguatan demokrasi nasional. “Selama ini Ketum Bahlil dikenal mendorong anak muda, namun juga serius memberi ruang bagi perempuan,” katanya.

Menurut Arief, kepemimpinan nasional harus diisi talenta terbaik tanpa diskriminasi gender.

AMPI menilai langkah Golkar sejalan dengan semangat putusan MK tentang demokrasi inklusif.

Keterwakilan perempuan dinilai harus hadir dalam kepemimpinan, bukan sekadar pemenuhan angka.

Dalam konteks tersebut, Golkar dianggap berada di garis depan penerapan etika politik konstitusional.

AMPI menyatakan siap mengawal agenda penguatan kepemimpinan perempuan dan generasi muda. Dukungan tersebut akan dilakukan di parlemen, partai, dan ruang strategis kebangsaan.

“Kepemimpinan perempuan dan anak muda adalah kebutuhan demokrasi modern,” tutup Arief. ***

Read Entire Article
| | | |