Jakarta Masuk Daftar Waspada: BMKG Peringatkan Peningkatan Hujan Lebat Hingga Akhir Januari

6 days ago 25
Ilustrasi - Waspada Jakarta! BMKG prediksi peningkatan hujan sedang-lebat hingga 29 Jan 2026. Pantau potensi genangan & banjir akibat Monsun Asia. (tribratanews.polri.go.id)

KabarJakarta.com – Penduduk di wilayah DKI Jakarta diimbau untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi cuaca ekstrem di penghujung Januari 2026. Seperti yang dikutip dari rilis resmi bmkg.go.id, Jakarta menjadi salah satu wilayah yang diprakirakan akan mengalami peningkatan intensitas hujan sedang hingga lebat selama periode 26 hingga 29 Januari 2026. Hal ini dipicu oleh aktivitas dinamika atmosfer global dan regional yang bergerak secara simultan di wilayah selatan Indonesia.

Pengaruh Monsun Asia dan Fenomena CENS di Ibu Kota

​Kondisi cuaca di Jakarta dalam sepekan ke depan akan sangat dipengaruhi oleh penguatan aktivitas Monsun Asia. Fenomena ini membawa suplai massa udara lembap yang masif dari Laut Cina Selatan menuju wilayah Indonesia melalui Selat Karimata. BMKG mencatat adanya penguatan Cross Equatorial Northerly Surge (CENS) yang memungkinkan massa udara lembap tersebut melintasi ekuator dengan lebih cepat menuju Pulau Jawa.

​Selain Monsun Asia, terdapat pengaruh dari gelombang atmosfer ekuatorial. Berdasarkan analisis BMKG, aktivitas Madden–Julian Oscillation (MJO) diprakirakan aktif melintasi wilayah Perairan Kepulauan Seribu dan Kepulauan Seribu. Aktifnya gelombang atmosfer ini berkontribusi signifikan pada peningkatan proses konvektif yang memicu pembentukan awan hujan di sekitar wilayah Jakarta dan sekitarnya.

Risiko Bencana Hidrometeorologi di Lingkungan Perkotaan

​Meskipun wilayah Jakarta tidak berada dalam status “Siaga” tertinggi seperti wilayah Jawa Timur atau Banten, potensi hujan lebat yang menyertai kilat/petir tetap diwaspadai dapat memicu bencana hidrometeorologi. Labilitas atmosfer yang kuat di kawasan Indonesia bagian selatan mendukung penuh pertumbuhan awan hujan skala lokal yang bisa berdampak pada:

  • ​Munculnya genangan air di titik-titik rawan banjir perkotaan.
  • ​Potensi gangguan pada kelancaran arus transportasi darat maupun udara di wilayah ibu kota.
  • ​Peningkatan risiko pohon tumbang akibat angin kencang yang mungkin menyertai hujan lebat.

​Masyarakat diharapkan tetap waspada dan melakukan langkah mitigasi mandiri, seperti membersihkan saluran air di lingkungan rumah dan menghindari berteduh di bawah papan reklame saat cuaca buruk melanda.

Layanan Pemantauan Cuaca Jalur Perjalanan

​Mengingat mobilitas warga Jakarta yang sangat tinggi, BMKG merekomendasi.kan penggunaan layanan Digital Weather for Traffic (DWT). Layanan ini dapat diakses melalui aplikasi InfoBMKG atau laman resmi signature.bmkg.go.id/dwt. Melalui fitur ini, warga dapat memantau prakiraan cuaca secara spesifik di sepanjang rute perjalanan, mulai dari titik keberangkatan hingga tujuan akhir.

​BMKG juga menegaskan bahwa informasi cuaca bersifat dinamis dan akan diperbarui secara berkala mengikuti perkembangan atmosfer terbaru. Oleh karena itu, masyarakat Jakarta diminta untuk terus aktif memantau kanal informasi resmi di www.bmkg.go.id maupun akun media sosial @infobmkg agar dapat beraktivitas dengan lebih aman.***

Read Entire Article
| | | |