jpnn.com, MEDAN - Para pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Sumatera Utara (Sumut) mengalihfungsikan dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) mereka menjadi dapur umum untuk warga terdampak banjir.
Menurut Kepala Kantor Regional BGN Sumut KR Agung Kurniawan, pengalihfungsian itu dilakukan karena sekolah-sekolah penerima manfaat MBG di wilayah terdampak banjir sedang diliburkan.
“Karena bencana banjir, maka sekolah di wilayah yang terdampak kemudian diliburkan. Oleh karena itu, penerima manfaat MBG kemudian dialihkan kepada masyarakat terdampak,” kata Agung sebagaimana siaran pers Badan Gizi Nasional (BGN), Sabtu (29/11/2025).
Lebih lanjut Agung memerinci di Kota Medan terdapat 48 SPPG yang sudah beroperasi. “Dari ke-48 SPPG itu sebanyak 55.000 paket makanan telah kami distribusikan,” kata Agung.
Adapun di Kota Padangsidimpuan, 4 SPPG yang ada telah mendistribusikan 10.000 paket makanan. Selanjutnya untuk Kota Tebing Tinggi, 13 SPPG mendistribusikan 45.000 paket makanan
Di Kabupaten Tapanuli Utara dengan 5 SPPG, 9.000 paket makanan telah didistribusikan, sedangkan di ?Kabupaten Serdang Bedagai dengan 28 SPPG mendistribusikan 12.000 paket makanan. Di Kabupaten Langkat, 11 SPPG mendistribusikan 32.000 paket makanan, sedangkan 3 SPPG di Kota Sibolga mendistribusikan 7.000 paket makanan.
Di Kabupaten ?Tapanuli Selatan, 3 SPPG mendistribusikan 7.000 paket makanan, sementara 10 SPPG di Kabupaten Mandailing Natal sudah mengirimkan 13.000 paket menu kering dan menu basah untuk wilayah terdampak banjir.
“Di Kabupaten Deli Serdang, 54 SPPG yang telah beroperasi mendistribusikan 100.000 porsi paket menu basah dan menu kering,” kata Agung.






















































