jpnn.com, JAKARTA - Bayangkan, kamu baru saja didiagnosis untuk menjalani operasi. Dokter menyebutkan angka biaya yang membuat jantung berdegup, puluhan juta rupiah.
Beberapa waktu kemudian penyakit lain datang lagi total tagihan lebih dari Rp 200 juta. Bagi kebanyakan orang, angka itu bisa berarti tabungan anak sekolah lenyap, dana pensiun terkuras habis, atau bahkan terlilit utang.
Namun, bagi Joko Mulyono, ceritanya berakhir berbeda. Dia adalah pekerja kantoran. Sehari-hari dia bekerja, menabung, dan berusaha memberikan yang terbaik untuk keluarga, seperti jutaan orang Indonesia lainnya sampai suatu hari, seorang temannya yang menjadi tenaga pemasar menawarkan proteksi kesehatan.
"Waktu itu saya belum tahu arti penting asuransi syariah. Saya hanya mengikuti dan membeli tanpa pikir panjang yang ternyata punya dampak yang mengubah hidup saya,” kata Joko.
Keputusan penting itulah yang akhirnya menyelamatkan keuangan keluarganya.
Risiko kesehatan pertama datang tiba-tiba. Joko merasakan keluhan di punggungnya yang tak kunjung reda. Setelah pemeriksaan lanjutan, dokter memutuskan dia harus menjalani operasi dan rawat inap.
Tagihan hampir mencapai Rp50 juta. Angka itu bukan jumlah kecil. Joko sudah membayangkan tabungannya terkuras.
"Saya betul-betul kaget. Ternyata saya tidak perlu mengeluarkan biaya sepeser pun dari pemeriksaan, operasi, sampai rawat inap, semua ditanggung Prudential Syariah," kenang Joko.









.jpg)












































