jatim.jpnn.com, SURABAYA - Bulu tangkis tak selalu soal mengejar gelar juara. Di tangan Nadia Nathania, olahraga ini menjadi sarana membentuk karakter generasi muda.
Melalui Sekolah Badminton Indonesia (SBI), Nadia menghadirkan konsep latihan yang tak hanya fokus pada teknik, tetapi juga kesehatan mental dan fisik.
SBI didirikan pada 2022 oleh Hans William, Nadia Nathania, dan Mario Wijaya yang juga menjabat sebagai kepala pelatih.
Menariknya, SBI menjadi kursus badminton non-profesional pertama di Indonesia yang memiliki Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN).
Hal itu menegaskan bahwa pendekatan pendidikan menjadi fondasi utama.
?
"Gol kami sebenarnya bukan untuk membina atlet profesional, melainkan mendidik anak-anak supaya lebih sehat. Di lapangan, mereka belajar untuk tidak mudah menyerah, menjadi lebih gigih, dan memiliki daya juang yang kuat,” ujar Nadia, Senin (20/4).
Menurut dia, latihan di lapangan bukan sekadar aktivitas fisik, tetapi juga proses pembentukan mental. Anak-anak dilatih untuk pantang menyerah, gigih, dan memiliki daya juang tinggi.
Latar belakang pendidikan Nadia di University of Nottingham turut memengaruhi konsep pengelolaan SBI.
Dia memadukan disiplin pendidikan dengan metode pelatihan olahraga modern Tak hanya itu, SBI juga menerapkan kurikulum berbasis standar Badminton World Federation (BWF).
Untuk memantau perkembangan siswa, SBI tengah mengembangkan sistem sertifikasi berjenjang, mulai dari level beginner hingga advanced.
















































