Pergantian tahun menjadi momentum refleksi spiritual umat Islam melalui pembacaan doa akhir dan awal tahun. Amalan ini termasuk bidah hasanah. (Foto: Istimewa/Ilustrasi)
KabarJakarta.com – Pergantian tahun menjadi momentum refleksi spiritual bagi umat Islam untuk melakukan muhasabah diri. Salah satu amalan yang lazim dilakukan adalah membaca doa akhir dan awal tahun.
Meski pergantian menuju 2026 mengikuti kalender Masehi, doa tersebut tetap dianggap relevan.
Doa dibaca sebagai permohonan keberkahan, ampunan, dan perlindungan kepada Allah SWT.
Di tengah masyarakat, amalan doa akhir dan awal tahun kerap diperdebatkan. Sebagian kalangan menilai amalan tersebut sebagai bentuk bidah. Namun, para ulama menegaskan doa tersebut termasuk dalam kategori bidah hasanah yang dimaknai sebagai amalan baru yang membawa kebaikan.
Amalan ini dinilai tidak bertentangan dengan Alquran maupun sunnah Rasulullah SAW. Ulama merujuk pada pendapat Imam Syafii terkait klasifikasi bidah dalam Islam.
Dalam buku Apa Itu Bid’ah, KH Syukron Makmun mengutip pandangan Imam Syafii.
Imam Syafii membagi bidah menjadi dua, yakni bidah baik dan bidah buruk.
“Bidah yang baik adalah amalan baru yang tidak bertentangan dengan syariat,” tulis KH Syukron Makmun.
Sebaliknya, bidah buruk adalah amalan yang menyalahi Alquran dan hadits.
Doa, zikir, sholawat, dan amalan saleh termasuk bidah hasanah yang dianjurkan.
Doa Akhir Tahun
Doa akhir tahun dibaca sebagai pengakuan atas kesalahan dan kekhilafan diri. Amalan ini juga menjadi sarana memohon ampun atas dosa selama setahun.
Ulama menilai doa tersebut memperkuat kesadaran spiritual umat Islam.
Doa akhir tahun biasanya dibaca menjelang pergantian tahun Masehi.
Masyarakat diimbau menyikapi perbedaan pendapat dengan sikap saling menghormati.
Berikut bacaan doanya:
اَللّٰهُمَّ مَا عَمِلْتُ فِيْ هٰذَا السَّنَةِ مِمَّا نَهَيْتَنِيْ عَنْهُ فَلَمْ أَتُبْ مِنْهُ، وَلَمْ تَرْضَهُ وَلَمْ تَنْسَهُ وَحَلِمْتَ عَلَيَّ بَعْدَ قُدْرَتِكَ عَلَى عُقُوْبَتِيْ، وَدَعَوْتَنِيْ إِلَى التَّوْبَةِ بَعْدَ جَرْأَتِيْ عَلَى مَعْصِيَتِكَ، فَإِنِّيْ أَسْتَغْفِرُكَ فَاغْفِرْ لِيْ. وَمَا عَمِلْتُ فِيْهَا مِنْ عَمَلٍ تُرْضَاهُ وَوَعَدْتَنِيْ عَلَيْهِ الثَّوَابَ، فَأَسْأَلُكَ اَللّٰهُمَّ يَا كَرِيْمُ يَا ذَا الْجَلاَلِ وَاْلإِكْرَامِ أَنْ تَتَقَبَّلَهُ مِنِّيْ، وَلاَ تَقْطَعْ رَجَائِيْ مِنْكَ يَا كَرِيْمُ.
Artinya:
“Ya Allah, apa pun dosa yang telah aku perbuat di tahun ini yang merupakan larangan-Mu dan aku belum bertobat darinya, sementara Engkau tidak meridhainya, tetapi Engkau tetap bersabar padaku meskipun mampu menghukumku, maka aku memohon ampun kepada-Mu. Ampunilah aku, ya Allah. Dan apa pun amal yang aku lakukan di tahun ini yang Engkau ridhai dan Engkau janjikan pahala atasnya, maka aku memohon kepada-Mu, ya Allah yang Maha Mulia, terimalah amal tersebut dan jangan putuskan harapanku kepada-Mu, wahai Zat yang Maha Pemurah.”
Pembacaan doa akhir tahun memiliki perbedaan waktu antara kalender Hijriyah dan Masehi. Pada pergantian tahun Hijriyah, doa lazim dibaca sebelum waktu Maghrib. Sementara pada pergantian tahun Masehi, doa dapat dibaca menjelang tengah malam.
Perbedaan waktu tersebut menyesuaikan konteks pergantian kalender yang digunakan masyarakat.
Doa akhir tahun berisi permohonan ampun atas dosa yang belum sempat ditaubati. Doa ini juga menjadi harapan agar amal kebaikan selama setahun diterima Allah SWT.
Doa Awal Tahun 2026
Doa awal tahun dibaca sebagai ungkapan harap dan tawakal menyongsong masa depan. Amalan ini menjadi bentuk penyerahan diri kepada Allah SWT atas perjalanan hidup mendatang.
Doa awal tahun memuat permohonan perlindungan dari godaan setan. Doa juga berisi harapan pertolongan dalam mengendalikan hawa nafsu.
Selain itu, umat Islam memohon bimbingan agar setiap aktivitas bernilai ibadah.
Doa diharapkan mengarahkan langkah agar semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Berikut bacaan doanya:
اَللّٰهُمَّ أَنْتَ الأَبَدِيُّ القَدِيمُ الأَوَّلُ وَعَلَى فَضْلِكَ العَظِيْمِ وَكَرِيْمِ جُوْدِكَ المُعَوَّلُ، وَهٰذَا عَامٌ جَدِيْدٌ قَدْ أَقْبَلَ، أَسْأَلُكَ العِصْمَةَ فِيْهِ مِنَ الشَّيْطَانِ وَأَوْلِيَائِهِ، وَالعَوْنَ عَلَى هٰذِهِ النَّفْسِ الأَمَّارَةِ بِالسُّوْءِ، وَالاِشْتِغَالَ بِمَا يُقَرِّبُنِيْ إِلَيْكَ زُلْفَى يَا ذَا الجَلَالِ وَالإِكْرَامِ
Artinya:
“Ya Allah, Kau yang Abadi, Qadim, dan Awal. Atas karunia-Mu yang besar dan kemurahan-Mu yang mulia, Kau menjadi pintu harapan. Tahun baru ini sudah tiba. Aku berlindung kepada-Mu dari bujukan Iblis dan para walinya di tahun ini. Aku pun mengharap pertolongan-Mu dalam mengatasi nafsu yang kerap mendorongku berlaku jahat. Kepada-Mu, aku memohon bimbingan agar aktivitas keseharian mendekatkanku pada rahmat-Mu. Wahai Tuhan Pemilik Kebesaran dan Kemuliaan.”
Dalam tradisi Hijriyah, doa awal tahun lazim dibaca setelah waktu Maghrib. Sementara pada pergantian tahun Masehi, doa awal tahun dapat dibaca setelah tengah malam.
Perbedaan waktu pembacaan disesuaikan dengan sistem kalender yang digunakan masyarakat.
Umat Islam diajak tidak sekadar merayakan pergantian angka kalender. Pergantian tahun dimaknai sebagai sarana memperkuat hubungan spiritual dengan Allah SWT.
Doa awal dan akhir tahun menjadi momentum refleksi dan perbaikan diri. Ulama berharap tahun baru membawa keberkahan dan kemudahan rezeki.
“Kesehatan, keharmonisan hidup, dan akhir yang husnul khatimah menjadi harapan utama,” tulis KH Syukron Makmun.
Tahun 2026 diharapkan menjadi momentum memperbanyak amal saleh.
Umat Islam juga diajak meneguhkan niat menjalani kehidupan yang lebih bermakna. (*)

1 week ago
37

















































