Forum Kesehatan Genomik 2025, Inggris dan Indonesia Menuju Kemitraan Strategis

2 days ago 23

KabarJakarta.com- Forum Kesehatan Genomik 2025 Inggris-Indonesia, yang didukung oleh Kementrian Luar Negeri Inggris (Foreign, Commonwealth & Development Office (FCDO)), Kedutaan besar Inggris Jakarta dan Kedutaan Besar Indonesia di London, berakhir Selasa, 25 November 2025.

Forum dua-hari tersebut diadakan di The Clermont Victoria, London, dan dihadiri oleh pejabat senior, pembuat kebijakan dan peneliti utama dari kedua negara.

Acara penting ini menandai langkah besar dalam penguatan kerja sama bilateral di bidang kesehatan genomik, mendorong kemajuan kolaborasi riset, membentuk kebijakan serta terciptanya inovasi untuk menjawab berbagai tantangan kesehatan di kawasan Asia Tenggara.

Melanjutkan kesuksesan Forum serupa yang diadakan pertama kali tahun 2023, edisi keduaForum ini menegaskan peran mereka sebagai platform vital dua-tahunan untuk mengadakan dialog strategis dan pertukaran ilmiah.

Partisipasi Tingkat Tinggi dan Tema Utama

Forum dibuka oleh Farania Rangkuti, Pendiri dan Direktur GENEPICA. Beliau menyoroti komitmen bersama kedua negara untuk saling menghubungkan keunggulan ilmiah dan ekosistem inovasi demi mencapai hasil pelayanan kesehatan yang merata.

Sambutan selamat datang juga disampaikan oleh Dr Desra Percaya, Duta Besar Indonesia untuk Inggris, Irlandia dan Oganisasi Maritim Internasional; serta Hon. Dr Zubir Ahmed MP, Menteri Inggris untuk Inovasi Kesehatan dan Keselamatan.

Turut menyampaikan pidato pembukaan yaitu Ibu Indri Rooslamiati, Direktur BB Binomika dan INA-CRC, mewakili Bapak Budi Gunadi Sadikin, Menteri Kesehatan Republik Indonesia, yang menggarisbawahi komitmen strategis Indonesia untuk mengintegrasikan genomik ke dalam perawatan kesehatan nasional.

Forum ini diadakan secara hibrid dan disiarkan secara langsung ke berbagai lokasi di Indonesia guna memastikan jangkauan yang luas kepada ratusan pemangku kepentingan dan juga masyarakat umum. Hal ini menegaskan komitmen Forum ini sebagai sarana berbagi pengetahuan yang inklusif.

Hari pertama: Dampak Penerapan dan Keamanan Kesehatan

Sesi ini difokuskan pada Kesetaraan Kesehatan dan Genomik Patogen, mengeksplorasi bagaimana pengawasan genomik memperkuat respon terhadap penyakit menular.

Pada hari pertama ini juga diperkenalkan Guidebook Lab Biologi Molekuler, yang menjadi panduan praktek laboratorium di Indonesia.

Paparan-paparan utama oleh Prof. Raghib Ali, OBE (CEO, Our Future Health UK), Ibu Deborah Porter (Deputy Director for Genomics Service Transformation, NHS England), Ibu Indri Rooslamiati (Direktur BB Binomika and INA-CRC, Kemenkes RI) dan para pembicara lainnya memberikan analisis yang tajam terhadap tantangan dan kesempatan untuk proyek-proyek genomik berskala besar yang berbasiskan populasi.

Hari kedua: Infrastruktur dan Investasi Masa Depan

Hari kedua diisi oleh diskusi berorientasi masa depan yang menampilkan sesi pleno Dr Julia Wilson, Direktur Strategi, Kemitraan dan Inovasi di Wellcome Sanger Institute, serta panelis keragaman genetis dan investasi jangka panjang untuk infrastruktur genomik yang sedang berkembang.

The Future of Healthcare Fair menampilkan berbagai inovasi dan peluang investasi di bidang kesehatan, sedangkan sesi poster yang semarak menampilkan penelitian dari para profesional genomik yang sedang berkembang.

Para pembicara dalam dua hari ini terdiri dari para tokoh pemikir seperti Dr Adrianto Wirawan (Director of Bioinformatics Engineering, Genomics England) dan Prof. William Newman (Presiden dari European Society of Human Genetics, 2024-2025), yang menjembatani keahlian antara Inggris dan Indonesia.

Mendorong Kesetaraan Kesehatan Global

Perbedaan dan kesetaraan dalam penelitian menjadi tema utama. Keragaman genetis Indonesia yang luar biasa menawarkan potensi penelitian yang sangat luas, namun memiliki tantangan seperti sistem data yang terfragmentasi serta terbatasnya kesadaran publik.

Dengan menampilkan lebih dari 30 ahli dari berbagai institusi, termasuk Kementrian Kesehatan RI, Wellcome Sanger Institute, Genomics England, dan Universitas Oxford, diskusi yang berlangsung mencakup berbagai topik seperti kesetaraan kesehatan dan genomik patogen hingga pengobatan berbasis kecerdasan buatan yang dipersonalisasi.

Memastikan keterwakilan berbagai kelompok etnis dalam kumpulan data genomik sangatlah penting untuk menghindari bias dalam diagnosis dan terapi.

Forum ini juga bertujuan untuk memposisikan Indonesia sebagai kontributor utama dalam pengetahuan genomik global.

Sebuah platform untuk kolaborasi jangka panjang

Forum ini didukung oleh Kementrian Luar Negeri dan Pembangunan Inggris (Foreign,Commonwealth & Development Office (FCDO)) dan Kedutaan Besar Inggris di Jakarta, dengan kolaborasi bidang kesehatan yang merupakan salah satu bagian utama dalam Kemitraan Strategis Inggris-Indonesia yang akan datang.

Inisiatif ini akan menjadi katalis bagi penelitian gabungan, kemitraan akademis, serta kerja sama kebijakan untuk mengintegrasikan genomik ke dalam sistem perawatan kesehatan Indonesia, yang nantinya akan memajukan inovasi dan keamanan kesehatan global.

Wakil Duta Besar Inggris untuk Indonesia Matthew Downing mengatakan: “Forum Kesehatan Genomik Inggris-Indonesia ini menunjukkan pentingnya kolaborasi internasional dalam mengatasi tantangan kesehatan bersama. Dengan menggabungkan keahlian tingkat dunia dari Inggris dalam genomik dengan agenda transformasi kesehatan Indonesia yang ambisius, kedua negara sama-sama membangun pondasi untuk inovasi yang akan memperbaiki kehidupan di Asia Tenggara.  Kami sangat bangga dapat mendukung Forum ini, mengembangkan kolaborasi kesehatan bilateral yang telah terjalin dengan baik, yang akan dikembangkan lebih mendalam lagi dengan adanya Kemitraan Strategis yang baru. Kerja sama ini bukan hanya tentang sains, namun juga mencakup
kesetaraan, ketahanan, dan komitmen bersama untuk membangun masa depan yang lebih
sehat untuk kita semua.”

Read Entire Article
| | | |