jpnn.com - Polisi mendalami motif dari peristiwa ledakan bom di salah satu sekolah di Padang, Sumatera Barat (Sumbar) pada Selasa (14/7).
Peledakan bom itu dilakukan oleh salah seorang siswa berinisial R (17).
Kasat Reskrim Polresta Padang Kompol M Yasin menyebut bahwa dari pemeriksaan awal ditemukan motif perisakan atau bullying yang dialami oleh pelaku.
"Dari pemeriksaan awal kami temukan motif pelaku R adalah risak," kata Kepala Satuan Reskrim Polresta Padang Kompol M Yasin, di Padang, Selasa (14/7/2026).
Kepada petugas, R mengakui kalau dirinya tidak berniat untuk meledakkan atau membakar bom yang dirakit, namun karena tekanan mental yang cukup besar akhirnya nekad meledakkannya pada Selasa.
Pelaku R bercerita bahwa dirinya mengalami perisakan atau perundungan baik secara verbal maupun non verbal sejak jenjang sekolah dasar hingga kini duduk di bangku kelas 3 MAN.
Peledakan bom tersebut ditengarai sebagai cara R untuk menunjukkan eksistensinya atau menunjukkan jati dirinya di lingkungan pergaulan.
Dari pemeriksaan awal juga terungkap bahwa R mempelajari cara membuat benda yang bisa meledak itu dari internet secara otodidak.






















































