jatim.jpnn.com, SURABAYA - Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya mengembangkan traktor perahu listrik sebagai solusi mekanisasi pertanian di lahan gambut yang selama ini sulit dijangkau traktor konvensional.
Inovasi tersebut diuji coba di kawasan lahan gambut Kampus ITS, Selasa (15/7), dan diklaim mampu meningkatkan produktivitas pertanian dengan teknologi ramah lingkungan beremisi rendah.
Rektor ITS Prof. Bambang Pramujati mengatakan traktor tersebut memiliki desain menyerupai perahu sehingga dapat beroperasi di lahan basah tanpa mudah tenggelam.
"Berbeda dengan traktor pada umumnya, kendaraan taktis pertanian ini didesain menyerupai bentuk kapal agar mampu bergerak optimal di atas lahan basah tanpa risiko tenggelam," ujar Bambang.
Dia menjelaskan inovasi yang dikembangkan melalui Science Techno Park (STP) Otomotif ITS itu juga telah menarik perhatian Kementerian Pertanian (Kementan) karena dinilai mampu menjawab tantangan mekanisasi di lahan gambut yang memiliki daya dukung rendah.
Ketua tim peneliti, Prof. Bambang Sudarmanta, mengatakan penggunaan motor listrik membuat biaya operasional lebih hemat dibandingkan traktor berbahan bakar fosil.
Selain itu, penggunaan energi listrik dinilai mampu menekan emisi karbon dan mengurangi kerusakan struktur tanah.
"Sistem ini meminimalisasi degradasi struktur tanah sekaligus mendukung pertanian berkelanjutan yang rendah emisi," katanya.



















































