Karhutla Mengintai Magetan, 49 Kebakaran Terjadi hingga Akhir Juli, Lahan Tebu Paling Rawan

5 hours ago 17

Rabu, 22 Juli 2026 – 11:06 WIB

Karhutla Mengintai Magetan, 49 Kebakaran Terjadi hingga Akhir Juli, Lahan Tebu Paling Rawan - JPNN.com Jatim

Petugas Bidang Pemadam Kebakaran (Damkar) Satpol PP dan Damkar Magetan memadamkan kebakaran lahan tebu di wilayah Kabupaten Magetan, Jatim. Seiring memasuki puncak musim kemarau, potensi karhutla tercatat meningkat. ANTARA/Louis Rika

jatim.jpnn.com, MAGETAN - Satpol PP dan Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Magetan mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seiring puncak musim kemarau 2026 yang diperkirakan lebih panas dan kering.

Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Satpol PP dan Damkar Kabupaten Magetan Ali Sukamto mengatakan kebakaran lahan mengalami peningkatan sejak memasuki musim kemarau, terutama di kawasan lahan tebu dan rumpun bambu.

"Pada musim kemarau ini terjadi peningkatan kebakaran lahan, terutama di lahan tebu dan rumpun bambu. Sebagian besar dipicu oleh kurangnya kesadaran masyarakat dalam pemakaian api, termasuk kebiasaan membakar sampah yang kemudian merambat ke rumpun bambu," ujar Ali, Selasa (21/7).

Data Bidang Damkar Satpol PP dan Damkar Magetan mencatat hingga akhir Juli 2026 terjadi 49 kasus kebakaran. Jumlah tersebut hampir menyamai total kejadian sepanjang 2025 yang mencapai sekitar 60 kasus.

Dari puluhan kejadian itu, 29 kasus merupakan kebakaran lahan yang terjadi di area perkebunan tebu, rumpun bambu, hingga semak belukar yang mudah terbakar akibat cuaca kering dan angin kencang.

Ali menjelaskan tren peningkatan mulai terlihat sejak Mei. Sebelumnya, pada Januari hingga April, kebakaran lebih banyak didominasi kebakaran rumah akibat kelalaian saat memasak.

Menurut dia, kebakaran di lahan tebu diduga bukan hanya disebabkan puntung rokok yang dibuang sembarangan, tetapi juga adanya unsur kesengajaan untuk mempermudah proses panen.

"Kasus di lahan tebu cukup banyak karena saat ini memasuki musim panen. Ada dugaan sebagian sengaja dibakar, selain juga karena puntung rokok. Padahal tindakan itu justru merugikan petani karena kualitas tebu menurun, kadar air berkurang, sehingga berat tebu ikut menyusut saat dijual," katanya.

Damkar Magetan mencatat 49 kasus kebakaran hingga akhir Juli 2026. Lahan tebu mendominasi kejadian seiring puncak musim kemarau.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News

Read Entire Article
| | | |