jatim.jpnn.com, JEMBER - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Meru Betiri, Kabupaten Jember meluas hingga sekitar 72 hektare. Petugas gabungan masih berjibaku melakukan pemadaman di kawasan hutan yang berada di Desa Curahnongko dan Desa Andongrejo, Kecamatan Tempurejo.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember Edy Budi Susilo mengatakan kebakaran pertama kali dilaporkan terjadi sejak Selasa (8/9).
"Informasi yang kami terima, kebakaran tersebut telah terjadi sejak Selasa (8/9) hingga kini belum berhasil dipadamkan," kata Edy, Jumat (11/9).
Menurut dia, api diduga berasal dari wilayah barat kawasan hutan dan lahan Desa Curahnongko. Api kemudian menjalar dan membakar dedaunan kering, ilalang, serta tanaman rambat di kawasan hutan.
"Luas lahan dan hutan yang terbakar mencapai 72 hektare dan faktor angin yang cukup kencang menjadi penyebab sulitnya dipadamkan dengan peralatan manual yang dimiliki petugas gabungan," ujarnya.
Kondisi angin yang cukup kencang membuat api sulit dikendalikan. Bahkan, titik api sempat mendekati permukiman warga dengan jarak sekitar 100 meter.
Kondisi tersebut membuat warga panik dan ikut membantu petugas melakukan pemadaman secara manual. Selain api, asap karhutla juga mulai mengganggu warga sekitar.
"Asap dari karhutla dikabarkan mengganggu pernapasan dan membuat mata perih warga Dusun Krajan, Desa Curahnongko, sehingga petugas juga membagikan masker kepada warga tersebut," tutur Edy.



















































