jpnn.com, JAKARTA - Hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT PLN (Persero) Tahun 2026 tetap mempertahankan Darmawan Prasodjo sebagai Direktur Utama (Dirut) PLN.
Analis kebijakan publik dan sosial-politik, Nasky Putra Tandjung menilai hal itu merupakan keputusan tepat.
Menurut Nasky, Keputusan hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT PLN (Persero) Tahun 2026 sangat objektif, kontruktif dalam menilai persoalan secara proporsional. "Keputusan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat tata kelola perusahaan sekaligus menjaga keberlanjutan agenda transformasi yang tengah dijalankan perseroan di tengah dinamika sektor ketenagalistrikan," kata Nasky.
Menurut dia, PLN perlu melanjutkan transformasi dalam menghadapi tantangan industri ketenagalistrikan yang semakin dinamis, sekaligus mendukung pencapaian target pembangunan nasional di sektor energi.
Selain itu, Ketua Indonesia Youth Epicentrum itu menilai Darmawan Prasodjo memiliki rekam jejak yang kuat, sosok figur yang dikenal aktif turun ke lapangan untuk melakukan kerja-kerja pengawasan, monitoring, dan koordinasi pelaksanaan sektor ketenagalistrikan diberbagai wilayah.
Alumnus INDEF School Of Political Economy Jakarta itu menjelaskan, kinerja Darmawan Prasodjo sebagai Direktur Utama selama ini cukup baik ini juga menjadi perhatian dalam berbagai kalangan masayarakat. Berdasarkan hasil pemantauan yang kita lihat. Darmawan Prasodjo dinilai memahami persoalan di lapangan serta kebutuhan perbaikan tata kelola ketenagalistrikan di Indonesia.
"Oleh sebab itu, peran dan tugas Darmawan Prasodjo sebagai Direktur Utama dinilai sangat penting dalam mendorong transformasi perusahaan, memperkuat kinerja korporasi, meningkatkan kualitas layanan pelanggan, serta mendukung agenda transisi energi nasional," jelas Nasky.
Dia menambahkan keputusan menunjuk Darmawan Prasodjo sebagai Direktur Utama merupakan langkah yang tepat untuk memperkuat pelaksanaan dalam mendorong transformasi ketenagalistrikan.





















































