jpnn.com, PEKANBARU - Grup 3 Komando Pasukan Khusus (Kopassus) menerima hibah lahan seluas 245,5 hektare untuk pembangunan markas satuan tersebut di Kelurahan Basilam, Sungai Sembilan, Kota Dumai, Provinsi Riau. Penandatanganan hibah dilakukan langsung oleh pengusaha Junaidi Zhang dan disaksikan Wali Kota Dumai Paisal di kediaman dinas wali kota, Sabtu (22/11).
Komandan Grup 3 Kopassus Brigjen TNI Bram Pramudia menegaskan bahwa kehadiran satuan ini di Dumai merupakan bagian dari strategi pertahanan nasional. "Grup 3 Kopassus bertugas melaksanakan operasi khusus di wilayah Sumatera. Kehadiran kami di Dumai sebagai panggilan tugas sekaligus amanah untuk membangun hubungan harmonis, saling mendukung dan menjaga antara TNI dan masyarakat," kata Bram di Dumai, Minggu (23/11).
Bram menyatakan bahwa penandatanganan akta hibah ini merupakan bentuk sinergitas dan komitmen bersama untuk mendukung pembangunan satuan Kopassus dan kemajuan wilayah Kota Dumai. Menurutnya, kekuatan pertahanan tidak hanya terletak pada alat utama sistem pertahanan, tetapi juga pada kepercayaan dan dukungan rakyat.
"Oleh karena itu, kami berkomitmen menjadikan Grup 3 Kopassus sebagai satuan yang adaptif, profesional, dan humanis, serta siap berkontribusi dalam pembangunan daerah, pembinaan teritorial, dan penanggulangan bencana," tegas Bram.
Wali Kota Dumai Paisal menyampaikan rasa bangganya atas hibah lahan tersebut. "Terimakasih atas keikhlasan memberikan tanahnya, tentu ini menjadi semangat dan bisa mendongkrak perekonomian daerah makin maju. Ini juga satu kebanggaan karena Dumai salah satu daerah yang terpilih," ujar Paisal.
Setelah proses hibah rampung, pembangunan Markas Komando (Mako) Grup 3 Kopassus akan dimulai pada 2026 dengan pembiayaan dari pemerintah pusat.
Pengusaha Junaidi Zhang sebagai pemberi hibah menjelaskan bahwa penyerahan dilakukan dua tahap, yaitu 142 hektare di tahap pertama dan 103,5 hektare di tahap kedua. Lahan tersebut diperoleh dengan status Surat Keterangan Ganti Rugi (SKGR) tahun 2006.
"Saya ikhlas dan senang bisa berbakti kepada negara melalui pemberian ini. Kondisi lahan sudah bersih dan siap untuk dilakukan proses pembangunan," ujar Junaidi.


















































