jpnn.com, JAKARTA - ?Tokoh Senior Nahdlatul Ulama (NU) sekaligus Calon Ketua Umum PBNU KH. Marsudi Syuhud (MS) secara tegas menyatakan kesiapannya untuk melaksanakannya dan mengawal penuh tujuh arahan yang dikeluarkan oleh para Kiai Sepuh NU dalam pertemuan di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri.
?Kiai Marsudi menilai seruan moral yang lahir dari Lirboyo tersebut merupakan bentuk kegelisahan mendalam sekaligus untuk menyelamatkan organisasi dan jam'iyyah dari ancaman kerusakan moral.
?Kiai Marsudi menegaskan pentingnya keberanian untuk memulai pembenahan di internal NU tanpa menunda-nunda lagi.
"Tujuh arahan dari kiai sepuh ini harus dilaksanakan dalam Muktamar kali ini. Sebab jika tidak dimulai dari sekarang, mau kapan lagi? Kalau bukan kita yang melakukan, mau siapa lagi?" tegas KH. Marsudi Syuhud, melalui keterangannya kepada media, Sabtu (29/8/2026).
Dia menambahkan bahwa seruan atau maklumat dari para Masyayikh Lirboyo merupakan cerminan kekhawatiran nyata atas dinamika PBNU selama ini.
?"Ini adalah bentuk kegelisahan para Masyayikh. Jangan biarkan para kiai sepuh menangis melihat kondisi PBNU selama ini. Semoga ini menjadi senjata pusaka untuk menyelamatkan NU dan jam'iyyah-nya," katanya.
?7 Poin Masyayikh NU untuk Muktamirin
?Sebagai bentuk pengawalan terhadap amanat kiai sepuh, KH. Marsudi Syuhud menekankan pentingnya bagi seluruh muktamirin (peserta Muktamar) untuk memahami dan memegang teguh 7 poin seruan dari Ponpes Lirboyo:






















































