Mati Besok

1 hour ago 14

Oleh Dahlan Iskan

Mati Besok

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Dahlan Iskan. Foto: dok JPNN.com

jpnn.com - Aneh. Belum juga ada tanggapan dari Indonesia soal tercapainya kesepakatan damai Amerika-Iran, padahal Indonesia semestinya amat sangat gembira. Dengan perdamaian itu, komplikasi persoalan di Indonesia sangat berkurang.

Sebelum ada perdamaian itu, saya sempat membayangkan Indonesia dalam keadaan adu cepat antara usaha perbaikan dengan bertambahnya komplikasi persoalan. Kalau komplikasinya lebih cepat, bahaya sekali. Bisa meledak.

Awalnya Indonesia bisa bersikap tetap tenang. Memang ada beberapa persoalan tapi kalau tidak terjadi komplikasi masih bisa diatasi: inflasi masih rendah, pertumbuhan ekonomi masih meningkat, cadangan devisa tinggi, ekspor-impor surplus, struktur perbankan sudah sangat kuat –sampai punya dana besar penjaminan deposito yang tidak pernah terpakai.

Ternyata perang Amerika-Iran berkepanjangan. Harga minyak tidak kunjung turun. Bursa saham ambruk. Rupiah merosot. Akan tetapi tetap tidak ada gejolak. Pemerintah masih yakin fondasi ekonomi kuat.

Akhirnya, mulai tampak tidak lagi kuat. Harga Pertamax terpaksa naik. Tajam. Sekitar 30 persen.

Mulailah terjadi satu komplikasi. Inflasi rendah yang selalu jadi peredam bisa berubah: kita tunggu angka inflasi dari BPS bulan depan.

Tanda-tanda akan terjadi komplikasi-lanjutan bisa direm dengan sukses: kepala dan dua wakil kepala Badan Gizi Nasional diberhentikan, lalu ditangkap. Efisiensi di program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan dilakukan.

Lomba cepat itu akan terus berlangsung. Cepat mana, bertambahnya komplikasi atau banyaknya perbaikan yang dilakukan pemerintah.

Aneh. Belum juga ada tanggapan dari Indonesia soal tercapainya kesepakatan damai Amerika-Iran, padahal Indonesia semestinya amat sangat gembira.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |