jogja.jpnn.com, YOGYAKARTA - Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melakukan efisiensi operasional di tengah dinamika kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi, khususnya jenis Pertamax. Langkah strategis ini dilakukan untuk menjaga stabilitas anggaran tanpa mengorbankan kualitas pelayanan publik.
Sekretaris Daerah (Sekda) DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti mengungkapkan bahwa kebijakan efisiensi penggunaan kendaraan dinas sebenarnya telah diterapkan jauh sebelum kenaikan harga BBM terbaru.
Kebijakan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Pemda DIY dalam penghematan energi.
"Sebenarnya untuk efisiensi penggunaan kendaraan dinas sudah kami lakukan saat ada imbauan penghematan energi sebelumnya. Jadi, kebijakan ini sejalan dengan efisiensi anggaran perjalanan dinas yang memang sudah kami desain dengan sangat minimalis," ujar Ni Made di Yogyakarta, Selasa (16/6).
Meski mengakui bahwa kenaikan harga BBM nonsubsidi berdampak pada tantangan operasional, Pemda DIY memilih untuk tetap tenang dan mengelola anggaran dengan prinsip skala prioritas.
Ni Made menegaskan bahwa setiap kegiatan yang melibatkan perjalanan dinas kini dikaji ulang tingkat urgensinya.
"Kami terapkan skala prioritas. Jika koordinasi tidak mengharuskan kehadiran fisik, maka kami alihkan melalui pertemuan daring (Zoom). Intinya, kami kelola anggaran yang ada dan mengatur pemanfaatan kendaraan dinas secara lebih ketat agar tidak ada pemborosan," tambahnya.
Selain pembatasan penggunaan kendaraan, Pemda DIY juga secara konsisten menerapkan kebijakan car free day di lingkungan instansi pemerintah sebagai bagian dari budaya hemat energi.



.jpeg)














































