jpnn.com, JAKARTA -
Ketua Presidium Pengurus Pusat Ikatan Sarjana Katolik (ISKA) Periode 2022–2026 Dr. Luky A. Yusgiantoro mengatakan Munas tidak seharusnya berhenti sebagai forum untuk membicarakan urusan internal organisasi.
Menurut Luky, gagasan dan kapasitas intelektual sarjana Katolik perlu diterjemahkan menjadi kontribusi konkret terhadap persoalan-persoalan krusial bangsa.
Salah satunya menyangkut bagaimana pembangunan dapat berjalan beriringan dengan keadilan sosial.
"Rekomendasi yang lahir dari Munas harus memiliki nilai aplikatif dan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat," kata Luky Yusgiantoto saat sambutan pembukaan Munas XVII ISKA di Balikpapan pada 11–13 September 2026.
Forum tertinggi organisasi bertema "Mewujudkan Keadilan dan Kesejahterana Bagi Semua" itu diikuti perwakilan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) ISKA dari berbagai daerah di Indonesia.
Sejumlah agenda dibahas dalam Munas, mulai dari Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga, evaluasi kepengurusan periode 2022–2026, rekomendasi program kerja, hingga pemilihan dan penetapan kepemimpinan baru Pengurus Pusat ISKA.
Pembukaan Munas pada Jumat (11/9/2026) diawali dengan Perayaan Ekaristi yang dipimpin Uskup Agung Samarinda Mgr. Yustinus Hardjosusanto, MSF.






















































