jatim.jpnn.com, JAKARTA - Ketua Umum DPP LDII Dody Taufiq Wijaya mengingatkan kepulangan jemaah haji ke Tanah Air tidak sekadar menjadi akhir perjalanan ibadah, tetapi harus menjadi awal dari transformasi sosial di tengah masyarakat.
Menurut Dody, jemaah yang berhasil meraih predikat haji mabrur memiliki tanggung jawab untuk membawa pengaruh positif, menjadi teladan, dan ikut memperbaiki kehidupan sosial di lingkungan sekitarnya.
"Kalau ditarik dari benang merah sejarah, para tokoh bangsa terdahulu sepulang dari tanah suci selalu membawa spirit perubahan. Ibadah haji di masa lalu menjadi katalisator perjuangan kemerdekaan, mencerdaskan bangsa, dan mengikis kolonialisme," ujar Dody dalam keterangannya, Selasa (23/6).
Dia menjelaskan sejarah mencatat para haji pada masa perjuangan tidak hanya kembali dengan peningkatan spiritual, tetapi juga membawa gagasan progresif yang mendorong perubahan sosial dan peradaban.
Menurut Dody, esensi kemabruran haji pada masa kini tercermin dari kemampuan seseorang untuk berhijrah menjadi pribadi yang lebih baik, baik secara spiritual, intelektual, maupun dalam kehidupan sosial.
"Haji mabrur tidak boleh egois dengan kesalehan individunya saja, tetapi harus hadir di tengah masyarakat, mengajak kepada kebaikan, mencegah kemungkaran, dan menjadi pelopor solusi atas berbagai persoalan sosial," katanya.
DPP LDII menilai ada tiga peran utama yang perlu dijalankan para haji dalam membangun peradaban bangsa.
Pertama, menjadi pendidik dan penggerak moral dengan memberikan contoh kejujuran dan integritas. Kedua, menjadi perekat sosial yang membawa kesejukan, memperkuat toleransi, dan mengurangi polarisasi masyarakat.

















































