bali.jpnn.com, DENPASAR - Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq menegaskan bahwa teknologi Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) yang akan dibangun di Bali hanya menerima sampah berkualitas.
Sampah yang dimaksud adalah sampah yang sudah terpilah dan tidak tercampur antarunsur.
"Dalam waste to energy (PSEL), kami meminta hanya sampah yang berkualitas.
Sampah berkualitas tentu yang tidak tercampur baur, sehingga memudahkan proses penanganan," ujar Menteri LH Hanif Faisol Nurofiq dilansir dari Antara.
Ia menjelaskan bahwa tumpukan sampah campuran yang selama ini ada di TPA Suwung tidak dapat digunakan sebagai bahan baku PSEL.
Jika dipaksakan, hanya sekitar 10 persen yang bisa terolah karena tingginya kandungan sulfur.
Oleh karena itu, Menteri LH minta Pemprov Bali, Pemkot Denpasar, dan Pemkab Badung untuk lebih aktif melakukan pemilahan sampah dari sumbernya.
Menteri LH Hanif Faisol Nurofiq menyadari bahwa selama ini pengelolaan sampah di berbagai daerah belum berjalan optimal.





.jpeg)









































