jpnn.com, JAKARTA - Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla atau JK menjelaskan pemakaian kata "syahid" saat berceramah di Masjid Universitas Gadjah Mada (UGM) pada Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi.
Ceramah itu kemudian viral dan menjadi pro kontra di tengah masyarakat.
"Saya berada di masjid dan jemaah tidak mengerti martir. Jadi, saya katakan, ya karena hampir sama, syahid dan martir hampir sama. Cuma bedanya caranya," ujar JK dalam konferensi pers di Jakarta, Sabtu.
JK menjelaskan bahwa awalnya dirinya membahas konflik di Indonesia yang terjadi karena agama, seperti di Maluku dan Poso.
Dia membahas hal tersebut karena mengisi ceramah bertemakan perdamaian.
Saat membahas hal tersebut, JK menjelaskan bahwa kedua belah pihak yang berkonflik memiliki konsep terkait mati karena membela agama.
JK menjelaskan konsep tersebut dalam Islam dikenal dengan syahid, sementara pada Kristen dinamakan martir.
"Saya ulangi lagi, saya pakai kata syahid, bukan martir karena saya di masjid," katanya mengingatkan.









.jpeg)








































