Semarang Jadi Titik Awal Pesta Literasi 2026, Mengajak Warga Mengasah Daya Kritis

3 hours ago 22

Sabtu, 12 September 2026 – 20:40 WIB

Semarang Jadi Titik Awal Pesta Literasi 2026, Mengajak Warga Mengasah Daya Kritis - JPNN.com Jateng

Diskusi bertajuk Gerakan Literasi untuk Republik menghangatkan Gramedia Jalma Pandanaran, Semarang, Jawa Tengah. FOTO: Wisnu Indra Kusuma/JPNN.com.

jateng.jpnn.com, SEMARANG - Diskusi bertajuk Gerakan Literasi untuk Republik menghangatkan Gramedia Jalma Pandanaran, Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (12/9). Diskusi yang digelar Penerbit Gramedia Pustaka Utama (GPU) ini menjadi pembuka rangkaian Pesta Literasi Indonesia 2026.

Sejumlah narasumber dalam diskusi ini, yaitu A. Fuadi, Gustika Jusuf-Hatta, Zainal Arifin Mochtar, dan Andi Tarigan. Pesta Literasi Indonesia 2026 juga menghadirkan penampilan musik dari Fanny Soegi.

Memasuki tahun keenam penyelenggaraan, Pesta Literasi Indonesia 2026 mengusung tema #MembacaRepublik. Gelaran selama September hingga Oktober 2026 ini akan singgah di empat kota, yakni Semarang, Jakarta, Kupang, dan Palembang.

Ketua Pelaksana Pesta Literasi Indonesia 2026 Immanuel Victorian Naffi mengatakan perluasan penyelenggaraan ke empat kota merupakan respons terhadap tantangan akses literasi sekaligus tingginya minat masyarakat di daerah.

“Rangkaian acara diawali dari Semarang, 12 September di Gramedia Jalma Pandanaran yang ditandai dengan peluncuran buku kumpulan Cerita Khatulistiwa,” katanya.

Setelah Semarang, rangkaian Pesta Literasi Indonesia 2026 berlanjut di Jakarta pada 26–27 September di Urban Forest Cipete. Kegiatan kemudian digelar di Kupang pada 17–18 Oktober dan ditutup di Palembang pada 31 Oktober–1 November 2026.

Pesta Literasi Indonesia menjadi ruang perjumpaan yang mempertemukan penulis, pembaca, komunitas, dan pegiat literasi. Kegiatan tersebut diarahkan untuk merawat nalar publik, mengasah daya kritis, serta memperkuat fondasi pengetahuan masyarakat.

Masyarakat diajak memaknai aktivitas membaca tidak hanya sebagai rutinitas atau pemenuhan hobi. Membaca juga didorong menjadi aktivitas reflektif untuk memahami berbagai persoalan, mulai dari sejarah, ketimpangan sosial, perubahan ekonomi hingga kebijakan publik yang menentukan arah masa depan Indonesia.

Warga diajak untuk mengasah daya kritis dalam titik awal Pesta Literasi di Gramedia Jalma Kota Semarang.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jateng di Google News

Read Entire Article
| | | |