SK Pemberhentian Belasan PPPK menjadi Peringatan Bagi yang Lain, Jangan Main-main

13 hours ago 16

SK Pemberhentian Belasan PPPK menjadi Peringatan Bagi yang Lain, Jangan Main-main

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

ASN terdiri dari PNS, PPPK, dan PPPK Paruh Waktu (P3K PW). Ilustrasi Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com - TANJUNGPINANG - Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) memproses pemberhentian 13 PPPK yang mengundurkan diri maupun melanggar disiplin.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah dan KORPRI (BKD dan KORPRI) Provinsi Kepulauan Riau Yeny Trisia Isabella menyebutkan, sudah ada lima Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang menerima Surat Keputusan (SK) pemberhentian.

Adapun terhadap delapan PPPK lainnya masih dalam proses penerbitan SK pemberhentian.

Yeny mengatakan belasan PPPK tersebut tersebar di sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD), salah satunya Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora).

Dijelaskan, proses pemberhentian PPPK penuh waktu telah dilakukan sesuai prosedur dan mekanisme yang berlaku.

Dikatakan, PPPK yang mengajukan pengunduran diri harus memenuhi ketentuan minimal 90 persen capaian kinerja dan 90 persen kehadiran sesuai kontrak kerja.

Selanjutnya, Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK), dalam hal ini Gubernur Kepulauan Riau, menerbitkan surat penundaan pemberhentian sebelum SK pemberhentian diterbitkan.

"Dalam menjalani masa penundaan itu, ASN tidak masuk kerja dan tidak mengisi e-kinerja. Setelah itu, kepala OPD kembali menyurati BKD untuk penerbitan SK pemberhentian PPPK tersebut," kata Yeny di Tanjungpinang, Selasa (14/7).

Dari belasan PPPK, sudah ada lima yang sudah menerima SK pemberhentian. Ini sebagai peringatan bagi yang lain agar tidak main-main.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |