jatim.jpnn.com, BANYUWANGI - Peran media dinilai makin strategis dalam membangun sekaligus menjaga reputasi industri hulu minyak dan gas bumi (migas). Melalui pemberitaan yang akurat, media menjadi jembatan antara industri dengan masyarakat sehingga mampu meningkatkan kepercayaan publik terhadap sektor energi nasional.
Koordinator Komunikasi SKK Migas Arief Hermawan mengatakan reputasi sebuah institusi tidak hanya dibentuk oleh kinerja perusahaan, tetapi juga bagaimana kinerja tersebut dikomunikasikan kepada publik.
"Media memiliki peran penting dalam membentuk opini publik. Reputasi perusahaan merupakan akumulasi dari kinerja, perilaku, dan komunikasi yang dilakukan kepada para pemangku kepentingan," ujar Arief dalam kegiatan Media Gathering SKK Migas di Banyuwangi, Jumat (10/7).
Arief menjelaskan reputasi yang baik akan memberikan banyak manfaat bagi perusahaan. Mulai dari menciptakan keunggulan kompetitif, memperkuat hubungan dengan regulator, hingga memenangkan kepercayaan masyarakat dan para pemangku kepentingan.
Sebaliknya, kata dia, memperbaiki reputasi yang telah rusak membutuhkan upaya jauh lebih besar dibandingkan membangunnya sejak awal.
"Pada akhirnya tujuan akhirnya adalah menciptakan pertumbuhan perusahaan yang berkelanjutan," katanya.
Menurut Arief, keberhasilan membangun reputasi harus ditopang lima prinsip utama, yakni kejujuran, konsistensi, akuntabilitas, kredibilitas, dan keberlanjutan.
Dia juga menegaskan pemberitaan media memiliki pengaruh besar terhadap persepsi masyarakat mengenai industri hulu migas. Karena itu, hubungan yang baik antara perusahaan dan insan pers perlu terus dibangun melalui komunikasi yang terbuka dan profesional.







.jpeg)









































