jatim.jpnn.com, MADIUN - Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Wali Kota Madiun nonaktif Maidi justru membawa dampak tak terduga bagi pelaku usaha karangan bunga.
Sejumlah perajin mengaku kebanjiran pesanan karangan bunga dalam beberapa hari terakhir. Puluhan karangan bunga berjejer di kawasan wisata Pahlawan Street Center (PSC).
Mayoritas berisi ungkapan empati dan dukungan moral kepada Wali Kota Madiun nonnaktif Maidi yang telah ditetapkan sebagai tersangka.
Lonjakan permintaan tersebut dibenarkan pemilik Arumsari Florist Madiun, Sapto Sugiarto (50). Dia mengaku pesanan mulai meningkat sejak Jumat (23/1).
“Sejak Jumat kemarin sudah ada puluhan pesanan masuk. Sampai hari ini masih terus bertambah,” kata Sapto.
Sapto yang telah menekuni usaha karangan bunga sejak era 1990-an itu menjelaskan, sebagian besar pesanan berisi pesan dukungan dan doa. Menariknya, mayoritas pemesan merupakan pelanggan baru yang datang langsung ke tokonya.
“Kebanyakan yang pesan datang sendiri ke toko. Nama pemesan ditulis sesuai permintaan di papan karangan bunga. Kalau pelanggan lama biasanya lewat WhatsApp,” ujarnya.
Sebagai pelaku usaha, Sapto menegaskan dirinya tidak mempermasalahkan isi pesan maupun latar belakang pemesan. Ia memilih fokus pada pelayanan dan profesionalitas kerja.



















































