jpnn.com, JAKARTA - Platform teknologi Indonesia, s.id melebarkan sayap bisnisnya ke pasar ekonomi kreator melalui kehadiran s.id Shop.
Platform digital commerce itu dirancang untuk membantu kreator, freelancer, pendidik, UMKM, komunitas, hingga pelaku industri kreatif memonetisasi karya dan keahlian mereka lebih mudah, aman, dan profesional.
CEO s.id, Dimaz Maulana mengungkapkan platform ini bisa membangun toko digital, menjual produk digital, serta menerima pembayaran dalam satu ekosistem.
Menurut dia layanan itu hadir sebagai jawaban atas kebutuhan para kreator yang selama ini masih menghadapi proses penjualan yang rumit, distribusi manual, hingga tingginya risiko pembajakan karya digital.
Dia menyebut ekonomi kreator akan terus bertumbuh, tetapi para kreator membutuhkan infrastruktur digital yang sederhana agar dapat lebih fokus menghasilkan karya.
"Kami percaya setiap orang memiliki pengetahuan, keterampilan, atau karya yang bernilai. s.id Shop kami hadirkan untuk membantu siapa pun memperoleh penghasilan dari karya digitalnya tanpa harus dipusingkan oleh proses teknis," ungkap Dimaz dalam siaran persnya, Rabu (22/7).
Salah satu inovasi utama yang dihadirkan pada platform itu adalah fitur eBook dengan watermark otomatis.
Berbeda distribusi file digital secara konvensional, setiap eBook yang dibeli akan diberikan watermark secara otomatis sebelum diterima oleh pembeli.






















































