jpnn.com, JAKARTA - Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI) menggelar Diskusi Kebangsaan Chapter 1 bersama Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (BAPPISUS) Republik Indonesia Aris Marsudiyanto, sebagai forum konsultasi strategis antara pimpinan Perguruan Tinggi Negeri dan pemerintah.
Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) Tahun 2026 yang dibuka langsung oleh Presiden Prabowo Subianto di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, pada Jumat, 26 Juni 2026.
Menindaklanjuti momentum tersebut, MRPTNI dan BAPPISUS RI menginisiasi Diskusi Kebangsaan sebagai forum lanjutan yang lebih fokus dan mendalam, berlangsung secara periodik.
Forum perdana ini diikuti oleh 20 Rektor PTN yang merepresentasikan berbagai wilayah di Indonesia, mendiskusikan fokus isu tentang "Kesehatan, Ketahanan Pangan, MBG, Pembiayaan Pendidikan Tinggi dan Pembangunan Karakter Bangsa".
Lima ruang lingkup substansi menjadi fokus pembahasan pada Chapter 1 ini, di antaranya pemenuhan kebutuhan dokter spesialis melalui kolaborasi pendidikan spesialis oleh Kemendiktisaintek dan Kemenkes, ketahanan pangan dan program Makan Bergizi Gratis (MBG), mencakup aspek gizi, rantai pasok, dan pemberdayaan daerah.
Kemudian tata kelola Perguruan Tinggi Negeri sebagai penerima manfaat dari pengelolaan sumber daya alam (tambang dan perkebunan) dengan skema Izin Usaha Pertambangan Khusus, serta kebijakan pembiayaan pendidikan tinggi yang lebih berkeadilan bagi mahasiswa program sarjana.
Pengembangan dan pelaksanaan riset Rute Peradaban Nusantara di bidang politik, hukum, ekonomi, dan sosial-budaya, sebagai bagian dari strategi pembangunan karakter bangsa khususnya bagi generasi muda.
"Diskusi Kebangsaan ini adalah tindak lanjut dari semangat yang dibangun Bapak Presiden dalam Sarasehan KSTI 2026. Kami dari MRPTNI berkewajiban selain sebagai penyelenggara pendidikan, juga berkontribusi memberi sumbangan pemikiran secara langsung kepada Pemerintah, tentang isu-isu strategis bangsa, mulai dari kesehatan, ketahanan pangan, pengelolaan sumber daya alam, hingga masa depan kebudayaan Nusantara," ujar Ketua MRPTNI Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok.


















































