jatim.jpnn.com, SURABAYA - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya rutin melakukan perantingan pohon tua saat musim hujan untuk mencegah insiden pohon tumbang.
DLH telah membagi seluruh personelnya untuk melakukan perantingan yang dibagai menjadi tujuh rayon. Setiap hari, mereka ditargetkan untuk meranting 20 pohon per hari di setiap rayon saat cuaca mendukung.
Kepala DLH Kota Surabaya Dedik Irianto mengatakan pemkot memiliki jadwal rutin untuk perantingan, khususnya di ruas-ruas jalan utama.
"Pada kasus-kasus khusus di daerah padat, seperti di Wiyung, perantingan bahkan dilakukan pada hari Minggu pagi. Kami bekerja sama dengan kepolisian setempat untuk melakukan penutupan jalur sementara (contra flow) demi menjamin keselamatan petugas dan pengguna jalan," kata Dedik, Selasa (18/11).
Dedik menyampaikan warga bisa mengajukan permohonan perantingan melalui aplikasi Wargaku, bahkan untuk pohon-pohon yang berada di dalam area permukiman.
Selain perantingan, Pemkot Surabaya juga tengah menjalankan program peremajaan pohon di beberapa ruas jalan.
Program ini dinilai krusial karena banyak pohon besar yang telah berusia puluhan tahun seperti pohon asem peninggalan Belanda di Jalan Ahmad Yani berisiko mengalami keropos di bagian tengah meskipun dari luar tampak sehat.
"Pohon-pohon yang terlalu besar dan berisiko tinggi di tepi jalan raya akan diremajakan dengan jenis pohon yang lebih ideal. Jalan Ahmad Yani menjadi salah satu lokasi utama peremajaan karena merupakan akses vital dan pintu masuk utama ke kota," jelasnya.



















































