jatim.jpnn.com, SURABAYA - Sepanjang tahun 2025, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memprioritaskan pembangunan infrastruktur pengendalian banjir. Fokus utamanya adalah menambah saluran drainase baru di berbagai kawasan yang selama ini kerap menjadi titik genangan.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan pengendalian banjir masuk dalam program prioritas Pemkot sesuai dengan RPJMD 2021-2026.
“Pemerintah kota punya semangat bersama dengan DPRD sehingga anggaran kami dari sekian titik maka banjirnya berkurang menjadi berapa titik sehingga kami berharap, masyarakat semakin merasakan kehadiran pemerintah,” ujar Eri, Rabu (31/12).
Secara keseluruhan, Pemkot Surabaya menyelesaikan pembangunan saluran drainase di 233 lokasisepanjang 2025. Total panjang saluran yang dibangun mencapai 56.365 meter atau sekitar 56,36 kilometer.
Proyek drainase tersebut mencakup berbagai ruas, antara lain, saluran Jalan Karah sisi barat 1.096 meter, Jalan Raya Kedung sisi barat RW 3, 883 meter, Jalan Raya Pagesangan 630 meter, Outlet Raya Sambikerep 850 meter, Siwalankerto Timur sisi timur 900 meter.
Diversi Taman Cahaya–Jalan Raya Pakal 425 meter, Saluran Jalan Gayungsari Barat X 1.102 meter, Lebak Permai III 528 meter,Tambak Wedi Jaya III 940 meter, dan Jalan Jemursari II 570,90 meter.
Pengerjaan tersebut diklaim berkontribusi signifikan terhadap penurunan titik genangan menjadi 38 lokasi.
Selain drainase, Pemkot juga merampungkan pembangunan lima rumah pompa masing-masing berkapasitas 3,5 meter kubik per detik, tersebar di Dukuh Menanggal, Karah Agung, Ketintang Madya, Margorejo Indah, dan Amir Mahmud.



















































