jateng.jpnn.com, SEMARANG - PSIS Semarang memasuki babak baru. Pengusaha perempuan asal Kota Semarang Datu Nova Fatmawati resmi mengambil alih 74,2 persen saham klub.
Dia pun langsung menyiapkan langkah dengan perombakan besar-besaran di tengah musim.
Datu mengatakan proses akuisisi sudah masuk tahap final. Setelah semuanya rampung, pembenahan skuad hingga struktur klub akan menjadi agenda pertama.
“Target paling dekat adalah membenahi tim. Dari pemain, pelatih sampai manajemen akan kami evaluasi,” ujar Datu, Selasa (18/11).
Keputusan Datu bukan semata bisnis. Dia menyebut keterikatan emosional dengan PSIS sudah terbangun sejak kecil. Semasa liburan ke Semarang, dia sering ditinggal ayahnya yang pergi menonton sepak bola.
“Saya sejak kecil tinggal di sini. Waktu liburan di rumah kakek, ayah sering pergi menonton pertandingan. Saya penasaran siapa yang ditonton, ternyata PSIS. Setelah ayah meninggal, saya ingin meneruskan cinta beliau pada PSIS,” kenangnya.
Baginya, memiliki PSIS adalah bentuk penghormatan terhadap sosok ayah sekaligus dorongan untuk ikut menjaga muruah klub kebanggaan Kota Semarang itu.
Datu tak menutup mata bahwa PSIS saat ini sedang dalam performa kurang meyakinkan. Kondisi itu membuatnya semakin mantap untuk turun tangan.



















































